Marhaban ya Ramadhan 1432H: Persiapan ideal menyambut bulan puasa

Beberapa jam lagi kita akan bertemu dengan bulan yang agung, yakni bulan suci Ramadhan 1432H. Menyambut datangnya bulan suci yang penuh berkah dan ampunan ini tentunya kita sebagai umat muslim sangat antusias dan berbahagia serta berharap disampaikan umur kita untuk bertemu bulan suci Ramadhan.

 

 

Sudah seidealnya kebahagiaan menyambut bulan puasa ini kita isi dengan mempersiapkan segala sesuatunya agar ibadah yang kita lakukan sebulan penuh nanti dapat maksimal kita jalankan. Dari kacamata EYD, ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatian kita dalam rangka bagaimana melakukan persiapan yang ideal sebagai umat muslim untuk menyambut bulan suci ini.

Yang pertama marilah kita saling membuka pintu maaf dan juga meminta maaf kepada sesama. Seminggu terakhir sebelum memasuki bulan puasa bisa kita isi dengan berkunjung ke orang tua, kerabat sanak saudara, ke sohib untuk silaturahim sekaligus saling meminta maaf dan memberikan maaf. Jika ada halangan jarak bisa dengan SMS, situs jejaring sosial, dll. Meski bermaaf-maafan bisa dilakukan kapan saja, bukan keharusan pula dikumpulkan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Tapi disini ditekankan alangkah lebih baiknya jika saat memasuki bulan Ramadhan hubungan kita dengan sesama umat sudah bersih dari dosa-dosa dalam hubungan horizontal selama ini.

Yang kedua berziarah, dengan berziarah kita mengingat kembali bahwa kita pada saatnya nanti juga akan menyusul kerabat, sohib kita yang sudah mendahuli kita. Umur kita tidak ada yang tau, sewaktu-waktu Allah dapat memanggil kita. Jadi di moment bulan puasa ini kita bisa lebih termotivasi untuk beribadah mempersiapkan bekal jika sewaktu-waktu kita dipanggil Allah SWT. Namun perlu diperhatikan disini dalam melaksanakan ziarah jangan dicampur dengan bid’ah, apalagi aroma yang berujung ke dosa syirik.

Yang ketiga menyegerakan diri untuk bertaubat, alangkah indahnya jika di bulan suci Ramadhan ini kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan sepenuh hati dengan ketenangan bathin. Kebahagiaan dan ketenangan bathin seorang muslim bisa diraih jika Ia jauh dari perbuatan-perbuatan dosa yang dilarang Allah SWT. Jadi di moment memasuki bulan puasa ini, cobalah tekadkan diri kembali untuk memulai taubatan nasuhah, taubat yang sebenar-benarnya taubat. Tekad dalam diri yang kuat untuk tidak akan mengulangi perbuatan dosa yang sama. Menyesal dengan perbuatan dosa yang telah dilakukan, tidak ada secuilpun perasaan bangga pernah melakukan berbagai kemaksiatan selama ini.

Yang keempat, persiapan fisik atau lahiriah, sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa tentu membutuhkan stamina fisik yang prima. Bagaimana tidak, ibadah puasa ini melatih tubuh kita untuk selalu fit menjalankan berbagai aktivitas ibadah. Sebagai contoh, jam 3 kita sudah harus dibangunkan untuk melakukan sahur, dilanjutkan dengan ibadah sholat Subuh berjamaah ke Mesjid. Lalu di pagi hari berangkat kerja dan menjalankan aktivitas di kantor dengan kondisi mungkin lapar, haus, lelah, dsb. Kemudian pulang kantor dihadapi dengan mungkin kemacetan jalan raya, apalagi di Jakarta biangnya macet. Setelah berbuka puasa, tubuh masih dituntut fit untuk melakukan ibadah sholat tarawih berjamaah. Sudah keliatan banget puasa itu benar-benar melatih tubuh kita untuk tidak boleh capek.

Jadi kegiatan olahraga yang reguler dimasa-masa sebelum menjelang Ramadhan itu sedikit banyak akan membantu stamina selama memasuki bulan puasa. Seperti EYD hobi badminton walau seminggu sekali dari kantor, lalu rutin lari jarak pendek setiap pagi hari, prinsip EYD kerja di kantoran yang hanya terpaku duduk di depan komputer sepanjang hari kurang bagus, harus ada kegiatan ekstra untuk mengeluarkan keringat dan melenturkan urat-urat.

Yang kelima adalah persiapan materi, disini EYD kurang setuju kalau di bulan puasa yang semestinya kita bisa lebih irit dalam pengeluaran tapi nyatanya tidak banyak dari kita yang justru di bulan puasa ini pengeluaran bisa membengkak. Idealnya selama bulan suci Ramadhan kita bisa tingkatkan amal infaq dan sedekah kita, menyantuni anak-anak yatim dan mengeluarkan sebagian rezeki ke fakir miskin di sekitar lingkungan kita. Tentunya perlu adanya management keuangan yang dilakukan sejak 11 bulan menyambut Ramadhan, jadi tidak menjadi beban tambahan dikala kita menjalankan ibadah puasa dengan kendala-kendala kebutuhan materi baik yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk meningkatkan amal infaq dan sedekah kita.

Kira-kira ini aja yang EYD mo tulis yang ada di unek-unek kepala, tulisan ini langsung terlintas saat sedang membaca sms-sms masuk ucapan menyambut bulan Ramadhan dari kerabat.

Last, EYD mengucapkan selamat menyambut datangnya bulan puasa, semoga umur kita dipanjangkan untuk bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tahun ini 1432H.

This entry was posted in Artikel Religi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Marhaban ya Ramadhan 1432H: Persiapan ideal menyambut bulan puasa

  1. dquote fatan says:

    Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.

  2. jasa seo says:

    Wah mantap infonya… sayngat bermanfaat… Semoga banyak orang yang tertolong dengan adanya blog ini…Salam kenal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *