Adopsi SRS dalam Kebijakan Nama Domain .ID

Well, Selasa kemarin bertempat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan EYD menghadiri undangan PANDI untuk acara Diskusi Umum Terbuka Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Peserta undangan meliputi para praktisi dari provider hosting, ISP, APJII serta wakil dari pemerintah.

Diskusi dan rapat ini mengangkat tema “Restrukturisasi dan konsolidasi PANDI yang transparan, akuntabel, dan terbuka dengan melibatkan partisipasi publik untuk mempercepat pertumbuhan domain internet Indonesia”.

Sebagai pelaku penyedia hosting, EYD ingin share informasi-informasi hasil dari kesimpulan rapat diskusi terbuka kemarin ke masyarakat agar masyarakat Indonesia mengetahui tentang perubahan kebijakan dan rencana PANDI kedepannya dalam pengelolaan nama domain .ID.

Ada 2 kelompok kerja yang dibentuk dan membahas tentang 2 hal yang dapat disimpulkan pada rapat pleno, adalah sebagai berikut:

1. Pokja Kebijakan Nama Domain :

  • Pengguna nama domain / pendaftar domain harus berusia di atas 18 thn
  • Usulan untuk .sch.id selain untuk sekolah juga untuk pendidikan non formal
  • Harga .web.id naik menjadi Rp 50.000/thn
  • Domain .co.id HANYA berlaku untuk perusahaan di Indonesia yang sudah mempunyai lisensi Bisnis di Indonesia
  • Domain .biz.id dapat diregistrasikan secara bebas, namun disarankan untuk UKM dan UKMK yang tidak dapat mendaftar .co.id. Syarat mempunyai NPWP pribadi. Harga Rp 100.000/thn
  • Domain .my.id diperuntukkan bagi pribadi/personal. Syarat KTP/Passport/SIM dengan harga Rp 50.000/thn
  • Registrasi .my.id dan biz.id akan dibuka pendaftarannya berbarengan terpilihnya para registrar.

2. Pokja Registry & Kriteria Registar :

  • PANDI tidak menyiapkan aplikasi untuk sistem registrar, jadi harus dilakukan sendiri oleh calon registrar dan merupakan point yang dinilai dalam akreditasi kemitraan PANDI.
  • Dalam proses transfer domain .ID, registrar lama tidak berkewajiban menyimpan dokumen domain yang sudah ditransfer ke registrar baru
  • Penyimpanan dokumen harus dilakukan oleh registrar SELAMA domain masih di kelola oleh registrar
  • SOP untuk perpindahan registrar dapat dilakukan tanpa interupsi
  • Registrar harus berdomisili di Indonesia dan harus berbentuk PT
  • Registrar tidak dibatasi jumlahnya selama memenuhi syarat
  • Tahapan untuk pembentukan registrar masih dipersiapkan dan diharapkan dalam semester 1 tahun 2012 sudah berjalan
  • Tarif domain .ID ditentukan oleh PANDI sebagai registry, namun PANDI akan tetap memperhatikan harga sampai dengan ke end user, agar tidak terlalu tinggi.
  • Komponen biaya akan diperhitungkan oleh PANDI misalnya : PNBP kepada pemerintah, biaya development, margin untuk registrar, reseller.
  • Detail mengenai EPP Protocol diadakan workshop di bulan April 2012

Persyaratan financial untuk menjadi registrar sbb :
– Non refundable application fee to PANDI : 5 jt
– 3 Year credit/renewal fee : 10 jt >> dibebankan setelah menjadi registrar
– Starting Deposit : 50 jt
– Threshold deposit (batas minimum deposit) : 10 jt
– Working capital : 500 juta
– Liabilities Insurance : 500 juta

Dengan penerapan SRS (Shared Registry System) ke depannya, maka pengelolaan nama domain tidak lagi terpusat seperti saat ini yang dilakukan oleh PANDI. PANDI akan menjadi Registry yang berfungsi untuk kebijakan-kebijakan perihal penggunaan nama domain .ID. Sementara untuk pendaftaran, renew, update dan transfer domain diberikan delegasinya ke Registrar, Registrar melakukan approval dan penyimpanan dokumen-dokumen domain .ID yang didaftarkan para Registrant. Untuk menggenjot jumlah pemakai domain .ID, Registrar dapat menerapkan sistem Reseller.

Last, provider hosting dan ISP berpeluang untuk diakreditasi oleh PANDI menjadi Registrar baru, namun masyarakat publik yang tertarik dan punya semangat untuk menghidupkan domain-domain .ID bisa mengambil kesempatan ini untuk menjadi sebuah Registrar domain ID.

Silahkan dikomentari dan semoga berguna.

This entry was posted in Hosting Stuff, Internet, Internet Networking and tagged , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Adopsi SRS dalam Kebijakan Nama Domain .ID

  1. Bintang says:

    Keterbukaan itu yang paling penting.
    Banyak domain premium .co.id yang dimiliki oleh orang/instansi yang gak jelas dan tidak sesuai dengan nama instansi atau bidang bisnis mereka. Lalu apa gunanya syarat SIUP, akte notaris, dll ?

    • EYD says:

      jika nama perusahaan berbeda dengan domain .co.id yang didaftarkan, selama ini registrant diminta mengisi surat pernyataan, untuk ke depan hal-hal seperti ini para registrar mestinya punya kesamaan pandangan untuk tidak lagi memperbolehkan penggunaan .co.id yang tidak sama dengan nama perusahaannya.

      thx sudah mampir mas bro :)

  2. Tanya says:

    Trus, user id yang selama ini sudah kita miliki di PANDI bakal kemana? Apa yang terjadi dengan pihak2 yang selama ini dapat mendaftar secara langsung di PANDI?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *