Seluk Beluk Teknologi Mio J dibocorkan di Bandung

Well dari rentetan acara meriah Press Conference Mio J kemarin di Bandung EYD menggali banyak informasi berguna dari varian terbaru skutik Yamaha ini. Sebelumnya acara touring Mio J berakhir finish di kota Bandung tepatnya di Dago Plaza. Dengan dikawal polisi Patwal rombongan touring digiring memasuki area Press Conference Yamaha Mio J. Tampak diantara petouring Pak Eko Prabowo diikuti Kang Taufik, Iwan Banaran dan beberapa anggota YRC.

http://www.youtube-nocookie.com/v/2SBDdyq83wI?version=3&hl=en_US&rel=0

Pak M. Abidin selaku Asisten General Manager Service menjelaskan secara gamblang seluk beluk teknologi yang ditanamkan pada seri Mio J ini. Pa Abidin menjelaskan butuh waktu kurang lebih 2 tahun untuk meriset totally engine Mio J ini agar tercipta suatu mesin yang benar-benar memiliki total balance antara performance dan fuel consumption. Kenapa performance tetap dijaga, tidak lain agar tidak hilang karakter asli motor Yamaha khususnya Mio yang sudah tertanam dalam mindset konsumen. Tentang irit, Yamaha mencoba untuk menggiring konsumen bahwa irit itu tidak hanya milik salah satu kompetitor, bahkan menurut klaimnya, Yamaha cukup mudah untuk membuat mesin yang benar-benar irit.

Kenapa butuh waktu lebih lama hingga 2 tahun dalam meriset new engine Mio J ini, bahkan lebih lama dari riset MotoGP yang hanya setahun (tim Yamaha Racing) itu tadi yang EYD simak dari obrolan dengan Pak Abidin di sela-sela makan bersama malam bahwa Yamaha ingin menciptakan mesin yang memiliki total balance antara performance dan fuel consumption. Di satu sisi tidak ingin mencederai mindset konsumen akan karakter khas motor Yamaha yang memiliki performance, di satu sisi ingin menggiring konsumen bahwa jargon irit tidak lagi monopoli dari satu pabrikan.

Lalu bagaimana rahasia mesin Mio J ini bisa “semakin kencang dan semakin irit”, EYD coba menjabarkan infonya lebih detail berdasarkan informasi yang EYD tangkap dan pahami dari acara press conference kemarin.

Untuk calon konsumen yang awam, mungkin melihatnya ini berkat teknologi YMJET-FI. Ternyata bukan mas bro, YMJET-FI ternyata “one of part” dari keseluruhan komponen engine yang benar-benar compact dan total balance. Memang YMJET-FI berperan dalam menambah keakuratan penyemprotan bensin namun komponen-komponen lain beserta sensor-sensor yang ada menjadi satu kesatuan menciptakan mesin yang memiliki performance di putaran awal sampai menengah serta semakin irit.

Diaplikasikannya Diasil Cylinder & Forged Piston, menjadikan kedua komponen tersebut lebih handal dan awet. Menurut penjelasan Pak Abidin, Diasil Cylinder dan Forged Piston memiliki kelebihan dalam mencegah kebocoran kompresi mesin. Engine Mio J mengaplikasn “Low Friction Engine Technology” yang memiliki daya gesek kecil, sehingga suhu mesin menjadi lebih rendah. Ini juga yang berperan menjadikan konsumsi BBM lebih irit. Teknologi ini diaplikasikan pada komponen Cam Shaft (ditambahkan bearing khusus) dan Cranksaft Assy sehingga putarannya menjadi lebih lembut. Untuk sistem pendingan walau masih menggunakan pendingin udara namun sudah mengaplikan Turbo Fan, yang mampu mendinginkan mesin dengan cepat.

Pada mesin Mio J ini terdapat lebih banyak sensor-sensor ketimbang mesin injeksi Vixion. ECU (Electronic Control Unit) mendapat informasi dari beberapa sensor-sensor yang bertebaran di sekujur mesin, seperti TPS (Throttle Position Sensor), IATS (Intake Air Sensor), IAPS (Intake Air Pressure Sensor), ISC (Idle Speed Sensor), 02 sensor yang berfungsi untuk mengecek apakah gas buang sudah bersih atau belum, jika belum sensor akan memerintahkan ECU agar di pembakaran selanjutnya lebih sempurna, dan terakhir adalah Crank Angle Sensor.

Salah satu rahasia keiritan mesin Mio J ini adalah terletak pada posisi injectornya yang mengarah langsung ke ruang bakar sehingga alirannya tidak ada hambatan. Efeknya campuran bahan bakar di ruang bakar terlihat seperti smoke/turbulensi. Berbeda dengan FI konvensional efek semprotan dari injektor seperti hujan. Efeknya bahan bakar jadi lebih mudah terbakar sempurna. Komponen Air Assist Passage adalah jalur udara khusus pada sistem YMJET-FI, diarahkan mampu mensupply udara secara cepat dan menciptakan efek turbulensi.

Bagaimana dengan layanan service dan spare part Yamaha untuk Mio J ini, menurut Pak Abidin Yamaha telah siap untuk jaringan bengkelnya menangani mesin Mio J ini didukung Yamaha telah menyiapkan spare part Mio J khususnya untuk komponen Fuel  Injection part dengan harga terjangkau.

Spare part yang disiapkan adalah TPS, fuel pump, injector dan ECU.  Secara singkat TPS adalah adalah untuk alat kontrol bukaan gas, fuel pump untuk mendistribusikan bensin ke injector, injector sebagai alat untuk menyemprotkan bensin ke ruang bakar dan ECU yang mengontrol semua part secara otomatis.

Harga untuk part TPS Rp. 420.000,- , fuel pump Rp. 430.000,- , injector Rp. 115.000,- , ECU Rp. 525.000,-

Kemarin Yamaha memperkenalkan produk anyar mereka untuk mendukung injeksi Mio J ini, yakni bernama Carbon Cleaner, berlaku juga untuk Vixion. Carbon Cleaner adalah cairan untuk membersihkan sisa pembakaran mesin, dengan formula khusus membersihkan dan mengangkat lapisan karbon atau kerak sisa pembakaran di dalam ruang bakar mesin. Satu botol Carbon Cleaner untuk 3,5 sampai 1 liter bensin.

Last dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa Yamaha terlihat serius menciptakan mesin injeksi Mio J ini benar-benar sangat compact, ringan dan memiliki total balance. Yamaha mengklaim keiritan mesin ini mampu bertahan 3 tahun lebih selama terus dilakukan service secara rutin. Monggo mas bro yang pengen beralih ke skutik atau yang memang lagi mencari skutik, Mio J EYD rasa cukup menjadi pilihan Smart. Semua komponen dalam new engine Mio ini benar-benar sesuatu yang compact, seimbang dan tetap menghasilkan performance ciri khas dari sepeda motor Yamaha serta semakin irit.

Bonus, cekidot jepretan acara kemarin di Dago Plaza Bandung.

 
This entry was posted in Dunia Motor, Yamaha and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Seluk Beluk Teknologi Mio J dibocorkan di Bandung

  1. Rusman Fathoni says:

    mantap, era injeksi memang telah dimulai, mau ikutan, tapi tunggulah puas-puasin dulu make hayate 125

  2. Taufik says:

    wah , mas . . .cukup komprehensif . . . makasih dan lanjutkan :D

  3. warung DOHC says:

    wuiihh kemarin juga ikut touring dari jogja mas? :)

    • EYD says:

      ndak dari Jogja mas Aziz, but langsung nongol di garis finish aja ama bro Didik dan mas Mitra :D
      btw aku ada ngemailin mas, coba cek inbox

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *