Menggapai Sholat Khusyu’ (bagian 1)

Hari Jum’at saatnya menulis artikel pengajian, kali ini EYD coba mengangkat tema bagaimana “Menggapai Sholat Khusyu'”. Sungguh judul ini cukuplah berat EYD pilih mengingat secara pribadi EYD belum merasa sholatnya khusyu 100%. Namun berbekal ikut dalam pengajian beberapa waktu lalu (dan akan terus) EYD mendapat pencerahan bahwa masalah sholat khusyu itu bukan 100%-nya yang dinilai Allah, melainkan upaya dan konsentrasi kita dalam setiap melaksanakan sholat untuk tetap khusyu’ itu yang dinilai. So dengan demikian tidak salahnya EYD coba berbagi pengetahuan tentang bagaimana kiat-kiat untuk menggapai sholat yang khusyu’ kepada pembaca blog.

EYD menyadari bahasan mengenai sholat khusyu’ tidak bisa sekenanya ditulis dalam sepenggal artikel, cukup panjang sebenarnya kiat-kiat yang ada. Maka dari itu Insyallah EYD akan membagi tulisan ini dalam beberapa bagian yang berkesinambungan. OK yuk kita mulai membahasnya secara pelan-pelan dan berkesinambungan, semoga bermanfaat.

Perkara khusyu’ dalam shalat adalah sesuatu yang mula-mula terangkat dari umat Islam. Sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah di dalam hadits yang diriwayatkan oleh ad-Darami hadits nomor 290:

“Dari Abu Darda’ berkata, bersabda Rasulullah, ‘Yang pertama kali diangkat dari manusia (umat Islam) adalah khusyu’. Jika engkau masuk masjid mendapati orang-orang sedang shalat berjama’ah, maka engkau tidak melihat di situ seorang pun yang khusyu’ di dalam shalatnya.”

Dari hadits di atas bukan berarti bahwa khusyu’ di dalam shalat tidak akan bisa didapat kembali selama-lamanya. Justru sebaliknya, kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk mencari dan mendapatkan kembali kekhusyu’an di dalam shalat. Gimana caranya, sudah pasti lewat belajar dan berlatih secara terus menerus. Inilah cara berpikir yang harus dibentuk di dalam benak setiap muslim yang kaffah.

Ada tiga langkah untuk menggapai shalat khusyu’, pertama adalah langkah persiapan sebelum shalat. Langkah pertama yang harus dimiliki seorang muslim yang mukmin agar khusyu’ dalam shalatnya adalah keyakinan atau keimanan kepada Allah dan hari kemudian yang bersih, lurus, dan kokoh. Artinya, seorang muslim harus mempunyai kesadaran bahwa hari kiamat itu pasti datang, mahsyar itu benar adanya, dan disana kelak perihal shalat yang pertama kali akan diperiksa.

Mari kita baca firman Allah dalam surat Al-Baqarah (2:45-46)

“Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Agar khusyu’ di dalam shalat, hendaklah mengadakan persiapan yang betul-betul siap sebelum menegakkan shalat. Misalnya dalam hal waktu, 15 atau 10 menit sebelumnya secara kejiwaan sudah menyadari bahwa waktu shalat hampir tiba. Untuk itu segala aktivitas yang sedang dilakukan bersiap-siap untuk segera dihentikan sejenak.

Orang yang bersegera untuk menegakkan shalat ketika mendengar seruan adzan adalah cermin orang yang sudah mendalam keimanannya. Seruan adzan mengumandangkan asma Allah dan asma Allah tersebut dapat menggetarkan qolbu orang yang beriman.

Bentuk persiapan lainnya adalah dalam hal perlengkapan sarana dan prasarana, misalnya pakaian. Pakailah pakaian yang baik atau bahkan yang terbaik. Jangan asal berpakaian, apalagi hanya sekedar memakai kaos oblong. Seorang muslim yang kaffah hendaknya berpola pikir bahwa dalam menegakkan shalat semestinya mengenakan pakaian yang terbaik, sebab ia sedang menghadap Allah. Dengan memakai pakaian yang terbaik pada saat menegakkan shalat, itulah hakekat bentuk syukur kepada Allah.

Last ini dulu yang EYD coba ingin share untuk tahapan persiapan sebelum shalat, monggo direnungi sudahkah kita dan diri pribadi EYD khususnya sudah selalu mempersiapkan diri baik secara lahir dan bathin sebelum menegakkan shalat? Atau pembaca blog punya tips-tips lain persiapan sebelum shalat? Monggo dishare.

Next artikel tentang saat sedang shalat, stay tuned.

This entry was posted in Artikel Religi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Menggapai Sholat Khusyu’ (bagian 1)

  1. Pingback: Warung Motor Sejutaumat » Archive » Menggapai Sholat Khusyu’ (bagian 3 – selesai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *