Fenomena NMP vs Byson, Power Bukan Segalanya

Well, memperhatikan gerak laju penjualan Byson yang pelan namun pasti setelah kapasitas produksi untuk motor ini ditingkatkan hampir 2x lipat, sudah tampak kesuksesan Byson berhasil mengungguli New Mega Pro. Sebenarnya hal ini sudah bisa EYD tangkap sinyalemen bahwa konsumen sebenernya lebih memilih kuda besi lansiran Yamaha ini ketimbang NMP. Loh karena apa?

Kedua motor sport ini hadir dengan masing-masing keunggulan dan kekurangannya. Saat awal muncul dulu Byson banyak mendapatkan opini-opini negatif terkait parahnya masalah inden hingga berbulan-bulan (masih ingat kasus Pak Bambang nunggang jaran) hingga dicap sebagai motor lemot karena secara performa ternyata dibawah NMP.

EYD dulu pernah menganalisa bahwa untuk segment sport, selera atau ekspetasi konsumen adalah cenderung ‘priyayi’ (minjem istilah mas Tri) dalam hal desain. Karena apa? Memang rata-rata konsumen disini menginginkan desain yang moge wannabe. Kalau urusan performa boleh dibilang nomor kedua dan selanjutnya tingkat durability dari mesin. Nah melihat mindset konsumen akan motor yang moge wannabe bisa dilihat secara jelas untuk pertarungan segmen 150cc Byson-NMP akan dimenangkan oleh siapa.

Walau New Mega Pro secara performa lebih unggul dari Yamaha Byson, namun keunggulannya hanya 11-12, tidak terlalu signifikan perbedaannya. Lalu fitur RDB yang dianggap menjadi keunggulan pada NMP juga ternyata tidak terlalu membantu untuk menarik minat konsumen. Balik lagi ke hukum pasar untuk segmen sport, Byson lebih disukai kalangan anak-anak muda karena aura Byson yang memang mirip moge. Berbeda dengan aura NMP yang hanya bernuansa biasa-biasa saja, cenderung lebih banyak dipilih oleh kalangan bapak-bapak (sepengamatan EYD sejauh ini).

Sedikit menilik angka volume penjualan kedua motor ini untuk periode Januari-April 2012.  Yamaha Byson membukukan volume 47 ribuan unit atau (19,55%) penguasaan segmen sport, sementara Honda New Mega Pro membukukan volume 42 ribuan unit (17,55%).


dari Edo Rusyanto

Last AHM kudu melihat ancaman ini, selain PR besar untuk proyek sport teralisnya menumbangkan Vixion, jangan lupakan NMP yang menjadi penyumbang terbesar saat ini di segment motor sport Honda. Desain NMP menurut EYD perlu diperbaiki disana-sini untuk mendapatkan kesan moge wannabe. Kalau masalah mesin konsumen sudah mempercayai kualitas dan performa mesin Honda, namun untuk urusan desain, AHM sering tertinggal 1 langkah dari kompetitor.

Monggo dikomentari.

This entry was posted in Dunia Motor and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Fenomena NMP vs Byson, Power Bukan Segalanya

  1. wangwa says:

    oyaaaaaaaa

  2. wasisimmortal says:

    ya kaya dulu RX king sama Megapro, Power bukan segalanya

  3. Basho says:

    Betul bro. Power bukan yg utama. Dulu saya sempet nyangka, orang2 yang beli Byson pasti bakal langsung ngoprek mesinnya supaya lebih bertenaga (soalnya katanya power byson lemot). Tapi saya perhatiin di jalan, mayoritas pengguna byson justru mesinnya standar2 aja. Knalpot juga masih standar. Dan sebagai pecinta motor standar, kalo disuruh pilih, saya juga bakal pilih Byson

  4. az3angle says:

    power bukan segalanya,hbis selisihnya cuma dikit,alias ne 2 buah motor memang motor di kelas sport lemot,coba motor di kelas sport kenceng,power..ya laku….

  5. benn says:

    hahahaha … strategi soichiro honda masih berlaku sampai sakarang … Lol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *