Marhaban ya Ramadhan, yuk setting ulang pola hidup sehatnya

Alhamdulillah, tidak ada ucapan yang lebih pantas diucapkan wabil khusus bagi EYD pribadi dan bagi bro sis semuanya yang masih dipanjangkan umurnya bertemu dengan tamu agung bulan suci Ramadhan 1433H. Well, bagi yang diberikan kesehatan pandai-pandailah mensyukurinya dengan segala aktivitas bernilai ibadah di bulan puasa ini. Perihal kesehatan ini EYD ingin coba menshare apa-apa yang EYD dapatkan dari pengajian beberapa waktu lalu.

Ibadah puasa selain memiliki pesan untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap mereka yang kurang mampu, puasa juga bisa diambil lessonnya sebagai muhasabah untuk tubuh beristirahat. Selama 11 bulan lamanya di luar bulan puasa pola makan kita tidak terkendali, juga organ-organ dalam tubuh kita terkontaminasi, maka di bulan puasa inilah momen yang pas untuk mentuning ulang organ-organ dalam tubuh kita sesuai dengan fungsi dan kadarnya.

Biasanya mereka yang memiliki penyakit maag atau asam lambung khawatir jika ingin puasa. Dengan memahami esensi puasa manfaatnya bagi kesehatan tubuh, justru ibadah puasa bisa menjadi obat bagi penyakit-penyakit tersebut, jadi tidak usah takut berpuasa.

Yuk kita absen satu per satu apa-apa saja yang perlu diperhatikan selama menjalankan puasa agar sesuai dengan tuntunan Rasullah dan mendapatkan tubuh  lebih sehat keluar dari bulan Ramadhan.

Yang pertama untuk sahur perbanyak minum air putih, takarannya 30cc per 1kg berat badan. Jadi misalnya berat badan 55kg, maka konsumsi air minum yang perlu diasup adalah 1650cc atau kurang lebih 1,65 liter. 60% dalam tubuh kita adalah cairan, jadi perlu perhatian khusus saat menjalankan sahur untuk memperbanyak air minum. Namun ini perlu disesuaikan lagi dengan aktivitas yang akan dikerjakan, jika akan menjalankan aktivitas-aktivitas berat, maka tentu kapasitas cairan dalam tubuh perlu diperbanyak.

Saat sahur makanlah makanan yang mengandung protein sebagai sumber tenaga, jangan hanya yang  mengandung karbohidrat saja. Lalu tidak disarankan mengkonsumsi mie saat sahur, karena mie salah satu makanan yang lama diprosesnya dalam pencernaan.

Mengkonsumsi multivitamin boleh-boleh saja saat sahur jika dirasa nutrisi asupan gizi yang dimakan saat sahur kurang, misalnya lagi tidak selera makan.

Saat berbuka jangan membiasakan langsung minum minuman dingin seperti es karena pada saat itu asam lambung lagi tinggi. Efeknya lambung bisa kaget dan biasanya akan merasakan perih di perut. Sesuai anjuran Rasul, berbukalah dengan yang manis-manis dan 3 buah kurma. Cukup dengan teh manis hangat dan kolak itu sudah cukup untuk membatalkan puasa.

Ada juga sebagian orang yang memiliki kebiasaan langsung menyantap makanan berat saat berbuka. Hal ini juga tidak dianjurkan, berilah jeda bagi lambung untuk menetralisir asam lambung yang sedang tinggi. EYD dulu biasanya kalau langsung menyantap makanan berat, pasti tarawihnya ngantuk :D Jadi gimana idealnya? Ya gampang saja, berbuka cukup dengan teh manis hangat dan kolak atau biji salak. Setelah itu stop untuk melakukan ibadah sholat Maghrib dulu, kalau mau makan berat bisa dimulai setelah sholat Isya dan Tarawih.

Diluar tentang makan sahur dan berbuka, masalah tidur istirahat juga perlu dituning ulang. Biasakan tidur jam 11 malam, karena saat itu dalam tubuh kita pertumbuhan sel darah merah sedang berlangsung. Akan beda orang yang tidur  jam 11 malam dengan yang tidur jam 1 malam. Mereka yang tidur jam 11 malam esoknya akan lebih segar dan produktif ketimbang mereka yang tidur jam 1 malam.

Lalu untuk tidur siang diperbolehkan tidur sebentar karena tidurnya orang berpuasa itu juga ibadah. Tapi jangan kelamaan, cukup 30menit – 1 jam dan waktu yang ideal adalah dari jam 2 hingga jam 3 sore.

Last hanya point-point ringan ini saja yang bisa EYD share dan kaji sedikit. Intinya sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa, hakikatnya adalah untuk memulihkan organ-organ tubuh yang telah terkontaminasi selama 11 bulan diluar bulan puasa. So jika Ramadhan sudah kita reset kembali, alangkah baiknya jika pola makan dan hidup sehat itu diteruskan diluar bulan Ramadhan. Sama halnya dengan peningkatan ibadah-ibadah yang kita jalani selama Ramadhan ini, mestinya berlanjut ke bulan-bulan selanjutnya. Monggo dikomentari dan semoga bermanfaat.

This entry was posted in Artikel Religi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Marhaban ya Ramadhan, yuk setting ulang pola hidup sehatnya

  1. mazhar says:

    Good job… Terima kasih mas…Kalo begini jadi enak.. mau lihat berita terkini tinggal lihat menu kanan langsung click…

  2. mazhar says:

    Nice posting bisa untuk merefresh lagi pemahaman dalam menjalani bulan suci ramadhan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *