Pasang Side Box, Antara Keinginan dan Realita di Lapangan

Well, disini EYD ingin meminta pendapat dari bro sis semua terkait planning EYD untuk memasang side box di MX Strada. Seperti bro sis ketahui selama ini MX Strada selama lebih dari satu tahun setengah sudah diperlengkapi dengan top box Givi E33. Penggunaan box belakang ini sangat terasa manfaatnya bagi  EYD untuk menaruh barang-barang bawaan selama ini seperti laptop, jas hujan dan barang belanjaan jika sedang belanja.


pict: kaskus

 

Namun akhir-akhir ini EYD mulai memikirkan perihal alat-alat toolkit yang seyogyanya kudu dibawa untuk jaga-jaga jika terjadi kendala di jalan apalagi saat melakukan perjalanan jauh (touring). NJMX adalah salah satu motor yang minim bagasi, sehingga untuk menyimpan alat-alat toolkit standar saja (termasuk kunci T, kunci L panjang, obeng panjang) agak kesulitan tidak ada tempatnya. Kalau dipaksakan ditaruh di box belakang semua toolkit itu selain menambah berat nantinya (overweight) juga dipastikan menimbulkan suara-suara gaduh di dalam box jika dipakai riding (bunyi grumpiangan).

Kembali ke tentang side box, sudah jelas bagi EYD saat ini keinginan menggunakan side box itu nanti akan digunakan hanya untuk menyimpan toolkit dan jas hujan tidak lebih. Jadi nantinya jas hujan lengser dari semula berada di box belakang pindah ke side box, so tujuannya agar top box diperuntukan untuk barang-barang yang bersih seperti dokumen, laptop, dll). Namun yang paling prioritas sebenarnya adalah untuk penempatan peralatan toolkit untuk menunjang perjalanan jauh.

Tapi apakah memang benar toolkit itu menjadi urgent atau peralatan yang wajib dibawa jika ingin mini touring ataupun long touring Jawa Sumatera? Realita di lapangan berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah EYD tidak pernah menemukan kendala di motor saat melakukan perjalanan jauh, ntah itu busi mati, kabel kopling putus, kabel gas putus, rantai putus dan sebagainya yang menghambat perjalanan. EYD selama ini selalu mengkondisikan motor siap pakai jika ingin dipakai perjalanan jauh untuk menjamin tidak adanya masalah yang terjadi di perjalanan nanti. Salah satunya tidak membiarkan adanya spare part yang sudah melewati batas ketentuan pemakaian masih tetap dipakai. Spare part yang termasuk fast moving dan selalu EYD pantau adalah kanvas rem, busi, filter oli, filter udara, air radiator dan aki. Semua umur dan dan jarak tempuh dari masing-masing part EYD catat dalam catatan tersendiri.

Kembali ke pembahasan side box tadi, selain urgenitas untuk menyimpan alat-alat toolkit tadi, EYD sudah melakukan survei terhadap motor-motor bebek yang menggunakan side box. Sangat sulit menemukan contoh side box maupun pemasangan side box yang sedap dilihat mata (berkesan elegan). Yang sering EYD temukan banyak model yang terlalu melebar ke samping, ada juga ukuran side box yang menjadi tidak proporsional dengan ukuran motornya. Side box Givi atau Kappa untuk ukuran E21 yang paling kecil pun menurut EYD masih terlalu kebesaran untuk ukuran motor bebek. Jadi memang gampang-gampang susah mencari sidebox yang pas untuk motor bebek khususnya New Jupiter MX kecuali harus dibuat custom. Karena selain fungsionalitas, segi penampilan bagi EYD menjadi sesuatu yang penting perlu diperhatikan.

EYD tertarik dengan side box milik Pak Polisi yang mengendarai sepeda motor Scorpio berwarna putih. Modelnya kecil dan persegi panjang, saat melihatnya pertama kali EYD langsung berpikiran sepertinya cocok dan pantas jika side box polisi ini disandingkan ke MX Strada. Jadi pengen iseng bertanya ke Pak Polisi, “Pak, ini bikin side boxnya dimana?” :D

Last EYD minta saran dari bro sis semua, kira-kira side box tipe apa yang  pantas untuk dipasang di MX Strada, kalau dari EYD sepertinya tidak ada side box di pasaran yang cocok nan elegan dipasangkan ke NJMX, selain side box custom. Ada yang punya info pembuatan side box custom? Monggo bantuannya bro sis.

This entry was posted in Dunia Motor and tagged . Bookmark the permalink.

0 Responses to Pasang Side Box, Antara Keinginan dan Realita di Lapangan

  1. blueZ says:

    coba tanya ama om yudibatang …
    Peturing sejati yg ampir tiap minggu touring :D …
    Kendala yang bakal pasti terjadi sudah di apal diluar kepala :)

  2. mazhar says:

    Wah..ora ngerti nek masalah kayak kie..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *