Safety Riding First, Riding Skill Mengikuti

Well, menarik jika membahas tentang riding skill maupun istilah safety riding. Walaupun sudah dibahas di banyak blog namun EYD ingin coba mereview ulang istilah-istilah ini tapi tidak sebatas tau definisi teori saja, EYD coba memberikan aplikasinya pada kenyataan berkendara yang ada.

Terkadang dua istilah ini sering salah kaprah atau kadang terbalik pemahamannya. Biker yang sudah menggunakan knee protector, sepatu boots, jaket touring komplit dianggap sudah safety riding orangnya. Atau kadang biker yang sudah berkostum demikian dianggap sudah memiliki riding skill mumpuni. Bagi EYD keduanya tidak bisa digeneralisir menjadi benar. Mari kita bahas arti Safety Riding dan Riding Skill sebenarnya (ala EYD).

Apa itu Safety Riding? Menurut sepemahaman EYD makna Safety Riding yang benar adalah lebih ke sikap berkendara yang aman. Aman dalam arti smart menghindari segala resiko dan bahaya yang ada di jalan. Tekankan pemahaman saat akan riding bahwa jalanan mempunyai resiko dan bahaya yang lebih besar untuk roda dua khususnya. Sehingga saat berkendara mindset kita adalah bagaimana cara menghindari resiko, segala manuver yang kita lakukan harus aman bagi pengendara atau pemakai jalan lain termasuk untuk diri kita sendiri.

Mudahnya contoh case misal seperti ini. Kita berada di lajur kanan, di depan kita kendaraan mobil, tiba-tiba di belakang kita ada kendaraan lain (sepeda motor) memberi isyarat ingin mendahului. Namun kita tetep kekeuh tidak memberi jalan dengan alasan yang belakang kudu ngalah ama yang depan. Memang sekilas ada benarnya juga alasan seperti itu tapi jika kita kembali ke pemahaman safety riding yang mana harus berusaha semaksimal mungkin menghindari resiko kecelakaan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Nah kembali ke case tadi bayangkan jika kendaraan di belakang kita tadi tidak diberi jalan dan mungkin karena ia butuh cepat ada keperluan (positif thinking aja) lalu biker tadi mencoba mendahului kita dari arah kanan. Tapi sayangnya karena kurang perhitungan si biker tadi malah diseruduk kendaraan lain dari arah berlawanan. Dan akhirnya kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Nah coba direnungkan memang kesalahan murni ada di pengendara lain, tapi itu semua berawal dari sikap kita pertama kali saat diberi isyarat tidak mau mengalah memberi jalan bagi pengendara lain yang lebih cepat. Itulah semangat safety riding sesungguhnya, lebih banyak mengalah untuk menghindari resiko.


pic: sportrider.com

Berikutnya tentang Riding Skill, mudahnya makna dari riding skill adalah kemampuan biker dalam mengendarai atau mengendalikan kendaaran saat berkendara. Aspek-aspek teknik membuka gas, teknik pengereman, rolling speed, teknik menikung dan teknik menjaga keseimbangan melewati berbagai kondisi jalan adalah sebagian teknik yang kita kenal.

Menguasai riding skill secara baik adalah faktor penting dalam menunjang keselamatan berkendara. Terkadang kita sudah maksimal berikhtiar untuk selalu safety riding di jalanan, namun kadang mengalami hal-hal yang tak terduga disebabkan kecerobohan pengendara lain sehingga kita hampir celaka. Nah dengan penguasaan riding skill + konsenstrasi tingkat tinggi kita bisa mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. Misal juga tiba-tiba melewati jalanan berpasir, bagaimana teknik manuver yang perlu diketahui.

Selain cakap dalam menguasai kendaraan, riding skill juga menuntut pemahaman rambu-rambu lintas di jalanan. Kita kudu smart dan mengerti setiap tanda-tanda aturan lalu lintas yang terpampang di jalanan. Contoh dalam pemahaman marka jalan yang tergaris di sepanjang jalanan. Garis lurus membujur tidak putus-putus itu adalah tanda tidak boleh berpindah jalur, tanda marka ini sering kita temukan di tikungan.

Bagi EYD riding skill yang mumpuni juga menunjang untuk mendapatkan kenikmatan dalam berkendara, khususnya jika melakukan perjalanan jauh. Jika kondisi memang memungkinkan bolehlah melakukan rolling speed, rebahan melibas tikungan, dan mungkin menggapai top speed. Tapi pastikan tetap terlihat elegan bagi pengendera lain di belakang melihat aksi manuver kita :D

Last pesan utama dari artikel ini adalah jika ingin selamat di jalan, budayakan sikap aman berkendara dengan memahami betul makna safety riding sebenarnya. Menghindari resiko di jalanan adalah paling terpenting. Jika ingin mendapatkan kenikmatan berkendara, mutlak riding skill perlu dikuasai, namun dalam mempraktekkan riding skill di jalanan umum, kembali ke safety riding harus dijunjung tinggi agar tercapai sebuah kenikmatan berkendara sepeda motor.

Monggo dikomentari dan semoga bermanfaat.

Posted from WordPress for Android

This entry was posted in Safety Riding. Bookmark the permalink.

0 Responses to Safety Riding First, Riding Skill Mengikuti

  1. Basho says:

    Mantap artikelnya. Tetap waspada dan senantiasa rendah hati di jalan ;)

  2. haryudh4 says:

    Setau saya di negara maju (otomotifnya) Safety Riding itu gak berlaku.. Mereka lebih sering menyebutnya Riding Safety / Riding Safely.. CMIIW

    Memang sih kedua kata itu gak beda jauh cuma bolak-balik, tapi kalo diartikan jelas beda..
    Safety Riding = berkendara aman
    Riding Safely = mengendarai secara aman

    Gimana caranya supaya bisa ‘mengendarai secara aman’? Ya intinya kita harus menguasai tekhnik dasar berkendara, dan di hari2 berikutnya secara perlahan pun harus improve lagi.. Baik dari segi Skill, pemahaman rules (seperti belok menggunakan lampu sein dll), serta attitude..

    IMHO :)

  3. haryudh4 says:

    But overall, saya setuju sama artikel ini.. Selain kesadaran menggunakan peranti keselamatan, juga dibutuhkan tekhnik..

    Safety Riding without skills, rules knowing and attitude is just a bullshit :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *