#SyiarQurban: Tanggal 9 Dzulhijjah, Perburuan Kambing dimulai

Well, hari Kamis ini EYD memutuskan untuk tetap masuk bekerja seperti biasa, tadinya mo ambil cuti tapi kok moodnya lebih memilih masuk ngantor. Padahal hari ini agendanya mo mencari kambing, tapi karena melihat di depan perumahan ada banyak yang jual kambing qurban, maka EYD putuskan nanti malam saja sewaktu pulang kantor belinya.

Tentang mencari kambing qurban, boleh dibilang ini adalah pengalaman EYD pertama kali mencari sendiri. Di tahun-tahun sebelumnya EYD selalu ngandelin ortu yang memang sudah lebih ahli dalam memilih. Setelah misah hidup sendiri mau gak mau EYD kudu bisa memilih kambing qurban. Sebenarnya sih gak terlalu susah memilih hewan qurban yang satu ini, ada beberapa point yang EYD pertimbangkan dalam memilih kambing.

 

Yang pertama EYD lebih prefer kambing berjenis domba (biri-biri sapaan lainnya) alasannya karena dagingnya lebih lembut dan sedikit minyak dibanding kambing biasa atau kambing Jawa (sebutan lainnya). Kedua yang menjadi point penting dalam pemilihan, kambing tersebut harus tinggi, ya gak harus tinggi-tinggi amat tapi terlihat pas dan proporsional lah dengan fisiknya secara keseluruhan. Tingginya kambing bisa dijadikan patokan kalau kambingnya ini sehat pertumbuhannya, tidak pendek atau kuntet kalau orang Jawa bilang.

Yang ketiga tentunya memeriksa langsung kondisi fisik kambing yang ingin dibeli, apakah ada cacat, luka atau ada gejala penyakit yang diderita si kambing. Hal ini yang bagi EYD belum terlalu expert dalam memeriksa kondisi kambing jika hanya melihat dari tampilan luarnya saja. Tapi dengan 2 point sebelumnya yang sudah terpenuhi, EYD baca Bismillah saja saat memutuskan untuk memilih salah satu kambing yang sudah srek di hati.

Ngomong-ngomong prosesi perburuan kambing yang EYD lakoni hari ini, alhamdulillah gak terlalu sulit. Saat pulang kerja EYD menghadapi kemacetan di jalanan ibukota khas malam takbiran, tiba di rumah sudah pukul sembilan malam. Langsung mandi, ganti baju langsung berangkat keluar rumah dengan berjalan kaki menuju tempat penjualan kambing di depan perumahan.

Setelah sampai di pos penjualan kambing qurban, alhamdulillah jumlah kambing yang available masih lumayan banyak, sehingga EYD bebas mencari dan memilih-milih kambing yang sesuai dengan keinginan. Setelah sedikit bimbang dengan 3 pilihan kambing,  EYD tanya berapa harganya ke si penjual, beuh ternyata harganya di atas 1.5 semua (untuk kambing yang memiliki tinggi sesuai ekspetasi EYD) Padahal EYD berpatokan ama harga yang digelar PKPU dimana untuk kambing 1.3 juta. Buat jaga-jaga EYD sediain 1.4jt kalau sampai meleset. Yaa..ternyata kambing yang EYD suka harganya 1.5, tapi bukan EYD kalau gak jago nawar (halah), di akhir penawaran akhirnya deal 1,4jt nih kambing boleh dibawa pulang. Senangnya hati EYD, tapi karena jalan kaki ke Mesjid cukup jauh juga, alhamdulillah pasukan di pos bersedia mengantarkan dengan motornya.

Di Mesjid EYD kemudian mencatatkan kambing qurban ini, lalu si kambing diberi kalung tertanda EYD alamat di blok anu nomor sekian. Yo wis setelah berbincang-bincang kurang  lebih 15 menit dengan panitia, EYD pun pamit untuk balik ke rumah.

 

Last berqurban di hari Idul Adha ini adalah kewajiban setiap pribadi muslim yang memiliki kemampuan. Kemampuan disini EYD perlu garis bawahi, bahwa banyak diantara kita yang beralasan belum mampulah, beratlah, namun tanpa disadari selama ini kita bisa mengeluarkan duit lebih dari itu untuk membangun rumah, beli motor baru, dll. Tapi di saat hari H teng diminta untuk berqurban, banyak alasan ketidakmampuan itu muncul ke permukaan. Bagi EYD cukup simpel menyiasati masalah seperti itu, caranya harus diprogram. Harus punya tekad dan program untuk menyisihkan sedikit rezekinya untuk rencana qurban tahun depan. Harus dimulai dari sekarang, asumsi katakanlah setiap bulan sisihkan 150rb, 10 bulan sudah bisa terkumpul 1.5jt dan itu sudah cukup untuk membeli seekor kambing qurban.

Monggo dikomentari dan semoga bermanfaat.

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi and tagged , . Bookmark the permalink.

0 Responses to #SyiarQurban: Tanggal 9 Dzulhijjah, Perburuan Kambing dimulai

  1. ronin says:

    mantapp..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *