Kekuatan Istiqomah dalam bersedekah, rezeki datang dari arah yang tidak diduga-duga

kiat bersedekah

Well, hari Jumat lagi mood bikin artikel sharing/inspirasi, kali ini EYD ingin berbagi pengalaman bathin yang mungkin berguna untuk menjadi bahan bacaan mas bro sekalian. Artikel share pengalaman ini adalah rentetan dari artikel lainnya yang pernah EYD tulis dalam rangka menuju perbaikan diri dari hari ke hari wabil khusus diri EYD pribadi. Tema yang coba EYD angkat dalam artikel ini adalah tentang istiqomah dalam amalan bersedekah membuka pintu rezeki.

Bersedekah bagi sebagian umat kadang dirasa berat walaupun secara ekonomi pribadi kita sudah tergolong mampu, mapan dalam kehidupannya. Terasa berat bisa jadi dikarenakan belum atau tidak pernah dibiasakan untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Untuk bisa membiasakan mau beramal sedekah atau infaq tentu kita perlu mengetahui dulu ilmunya, banyak ayat-ayat Alquran maupun Hadits yang menerangkan tentang keutamaan bersedekah. Dari sisi pahala sudah sama-sama tau akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat ganda, sedekah juga bisa menjadi syafaat (penolong) di alam kubur. Demikian pula di hari kiamat, kita akan mendapatkan naungan dari amal sedekah, sementara disaat itu kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada tara.

Disini EYD coba ingin sharing tips bagaimana untuk bisa memulai konsisten dalam beramal sedekah, dalam artian dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari sedekah bisa menjadi karakter/kebiasaan mulia pribadi bro sis. Mungkin resep hitung-hitungan kecil ini bisa menjadi trigger bahwa beramal sedekah itu sebenarnya menyenangkan, mudah, tidak memberatkan dan bisa menenangkan hati. Kuncinya resep ini kudu dijalani konsisten (istilahnya dipaksakan di awal walau pasti berat) selama 40 hari. Loh kenapa 40 hari? Dalam Alquran, angka 40 itu ada disebut sebagai bilangan yang menjadi tolak ukur mapan/sempurnanya beberapa urusan (sepemahaman EYD aja nih) Contoh umur 40 tahun itu mestinya sudah mapan dan matang ilmu agama yang diserap dan siap mengajarkan ke orang lain.

Balik ke resep, mungkin bro sis sekalian kalau disebut nominal 10 ribu per hari untuk bersedekah mungkin berat ya :D artinya kalau dihitung setiap hari untuk bersedekah berarti ada alokasi 300rb dalam sebulan. Jika dilihat nominal tersebut mungkin sebagian kita agak berat ya, karena itu ada 1 tips yang bisa dilakukan untuk membuang kesan beratnya nominal angka yang dikeluarkan dalam sebulan tadi. Coba sekarang dibalik, bagaimana bro sis jika diminta bersedekah 2 ribu? Kira-kira berat atau enteng mengeluarkannya? Buat ukuran EYD saat ini 2 ribu ya ecess :D nah rasa enteng mengeluarkan 2 ribu ini jika dimanage melakukannya di moment dan tempat yang pas disinyalir sekali dua kali terus-terusan dilakukan lama kelamaan gak akan berasa bahwa bro sis dalam sebulan sudah bersedekah berapa rupiah. Memang dalam bersedekah gak boleh hitung-hitungan, tapi ini cuman sebagai analogi aja kalau dihitung matematis.

Nah moment dan tempat yang bagaimanakah yang bisa mentrigger bro sis untuk terbiasa nyaman menyisihkan hanya 2 ribu tadi. Moment itu bernama sholat berjamaah dan tempat itu adalah di dalam mesjid. Yups EYD pernah tulis artikel terkait tentang istiqomah dalam menjalankan sholat berjamaah klik disini, disana bro sis bisa menemukan bahwa EYD untuk membiasakan sholat berjamaah kudu dipaksakan di sesi awal masa percobaan selama 40 hari tidak bolong. Alhamdulillah setelahnya nikmat melakukan sholat berjamaah dapat dirasakan, kebiasaan sholat berjamaah berubah menjadi sebuah kebutuhan. Saat mendengar adzan tapi diri masih sibuk melakukan berbagai aktivitas, sontak nurani serasa memanggil untuk segera bergegas beranjak ke mesjid.

sholat berjamaah

Balik ke sedekah tadi, mungkin salah satu rahmat Allah dari istiqomah dalam sholat berjamaah tadi, Allah menunjukkan satu ilmu (pemahaman) baru ke pribadi EYD, lahir satu kebiasaan baik yang muncul di dalam mesjid. Setiap sholat Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib hingga Isya tak terasa di tiap-tiap waktu sholat diri ini dengan ringannya mengeluarkan recehan 2rb. Artinya jika dikalikan 5 waktu sholat ternyata hari ini sudah bersedekah 10 ribu bro sis. Gak kebayang dengan habit sebelumnya (sholat masih banyak sendirinya) mengeluarkan 10 ribu sehari buat sedekah itu rasanya berat banget. Monggo bro sis dihitung lagi dalam sebulan berarti sudah sama dengan bersedekah sebesar 300rb. Angka ini jujur bagi EYD sama dengan 2x lipat dari pengeluaran zakat profesi yang setiap bulan dikeluarkan. Memang idealnya amalan jariyah sedekah/infaq kudu lebih diperbanyak, lah kalau zakat kan memang kewajiban, dilakukan cuman sekedar berpahala dan menggugurkan kewajiban tapi tidak ada nilai plusnya di mata Allah, nah sedekah inilah yang menjadi amalan plus dan bisa jadi menjadi amalan unggulan yang bisa bro sis banggakan di hadapan Allah di yaumil akhir nanti saat perhitungan hisab.

2 ribu terlalu kecil? Jangan liat 2 ribu-nya, ini hanya sebagai trigger saja, tapi lihatlah apa yang bisa diperbuat oleh 2 ribu tadi. Sehari bisa menjadi 10 ribu, sebulan sama dengan 300rb tanpa banyak pertimbangan diri kita rela dan ikhlas mengeluarkan sedekah dengan otomatis. Coba kalau dibuat langsung brek mengeluarkan 300rb untuk dimasukkan ke kotak amal, disinyalir hati akan terasa berat mengeluarkannya bagi kita yang kadar imannya masih setengah-setengah :D

Intinya mari kita kembali dekat ke mesjid, mencintai dan memakmurkan mesjid lebih baik lagi. Inilah resep yang EYD jalani selama ini dan ingin sharing ke bro sis sekalian. EYD berdoa dan memohon ampun kepada Allah semoga artikel ini tidak menjerumuskan EYD ke sifat ria. Sharing ini semata-mata EYD ingin ‘mengajak’ karena nurani dalam hati ini berkata, kalau EYD bisa kenapa orang lain gak bisa? Intinya niatan ikhlas harus ditanamkan dalam beramal sholeh apapun, termasuk dalam bersedekah. Boleh gak sih ngarep seperti di bukunya Ustadz Yusuf Mansur, boleh aja ngarep asal ngarepnya hanya kepada Allah.

Lalu berlanjut kaitannya dengan rezeki, tak dipungkiri dari kita bangun tidur sampai tidur lagi sudah berapa banyak rezeki yang diberikan oleh pencipta kepada kita. Namun sebagian kita suka mengartikan rezeki itu hanya sebatas punya mobil, punya rumah, punya pekerjaan mapan dan sebagainya. Terlalu sempit bro sis, rezeki itu maha luas, bahkan udara yang kita hirup setiap hari itu sudah termasuk rezeki yang gak terhitung banyaknya. Yakinlah bahwa apa yang kita berikan dengan penuh keikhlasan akan kembali kebaikannya ke kita juga dalam bentuk yang bermacam-macam. Ntah itu bisa banyak kenalan (kenalan blogger, hehehe), dapet proyek karena kita direferensikan temen. EYD gak mo bahas deh masalah rezeki dalam bentuk harta takut menimbulkan mudarat bagi EYD, tapi EYD lebih tertarik sharing apa yang dirasa setelah istiqomah bersedekah 40 hari. Salah satunya alhamdulillah dirasa sekarang lebih banyak teman dan jalinan silaturahim dimana-mana, asal mampir ke suatu tempat eh disapa orang, mas Endrik ya :D Bertambahnya jalinan silaturahim ini sudah cukup nikmat buat EYD. Masih banyaklah nikmat yang dirasa dan datang dari arah yang tidak disangka-sangka, EYD berprasangka baik saja bahwa ini semua datangnya mungkin dari amalan sedekah itu tadi. EYD kembali beristighfar semoga dijauhkan dari sifat ria, beratnya menulis artikel ini namun dalam hati nurani EYD berontak untuk harus menulis artikel ini dalam rangka ‘mengajak’ yang lainnya.

Silahkan bro sis dikomentari, semoga bermanfaat.

mesjid

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Kekuatan Istiqomah dalam bersedekah, rezeki datang dari arah yang tidak diduga-duga

  1. husni says:

    adem gan.. trims

  2. anton nugroho says:

    Ada lagi bro, dengan berjamaah, pahala sholat kan dilipatkan 27 tuh. Nah pahala ini kan dari Allah dan bentuknya terserah Allah, jadi bentuknya bisa juga berupa rejeki, kesehatan, kemudahan, keturunan yang sholeh, dll. Jadi sholatlah berjamaah, agar bisa memperoleh rahmat Allah yang lebih banyak.

    • EYD says:

      Iya mas bro, EYD sependapat.sepertinya ini semua berawal dari fadilah sholat berjamaah..lebih khusus lg yuk kembali dekat dengan mesjid

  3. Aa Ikhwan says:

    sip ajib bang :D

  4. Rina says:

    ulasan ini banyak membantu saya bagaimana cara mendapatkan rejeki dengan cara lain selain mencarinya langsung yaitu melalui bersedekah dan meminta pada Allah SWT

  5. archnine says:

    pagi2 baca yang beginian jadi adem..
    nanya bang, seumpama sholatnya berjamaah (tapi tidak di musholla atau masjid) kira2 bagaimana ya hukumnya? makasih bang..

    • EYD says:

      dari mengikuti beberapa majelis ta’lim, dapet pemahaman dari situ bahwa sholat berjamaah yang afdhol adalah dimana adzan dikumandangkan, ini berarti di mushola, mesjid atau langgar. bagi kaum laki-laki karena sholat berjamaah adalah fardhu ‘ain, seyogyanya kalau tidak ada alasan yang memenuhi syar’i seperti hujan deras misalnya, maksimalkan untuk selalu beranjak ke mushola terdekat yang terdengar suara adzan, tapi jika tidak memungkinkan boleh berjamaah di rumah/tempat lain.

  6. dedy says:

    ane demen dgn artikel ente… tidak terlalu banyak teori.. ane dan keluarga sendiri jg mengalami hasil langsung gmana yang namanya bersedekah, jauh hati dari penyakit hati, hati tentram. mudah2an ane mau mencoba lebih rutin (istiqomah) lagi untuk bersedekah..

    Salam,…

  7. aries says:

    bgus bngt bro, sngt bermnfaat n sngat memotipasi kami,, smga kmi smua bsa amiiinnn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *