Akrab dengan Al-Quran setiap hari, pasti bisa..

Gemar Membaca Quran

Well, lanjut artikel Jum’at EYD coba menulis sedikit sharing tips bagaimana kiat kita sebagai umat Muslim bisa lebih dekat dengan Al-Quran. Al-Quran sebagai petunjuk dan sumber ilmu buat bekal kita mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat seyogyanya memang harus kita ambil dalam arti bisa menjadi bagian karakter kehidupan kita sehari-hari. Konteksnya bila kita memahami ilmu yang dikandung oleh Al-Quran maka outputnya kita sebagai umat Muslim bisa lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan yang dihadapi sesuai dengan tuntunan agama.

Wes, gak usah panjang-panjang teorinya toh semua EYD yakin sudah pada paham betul keutamaan-keutamaannya. Tak kenal maka tak sayang begitu juga dengan kita dalam memandang Al-Quran yang penuh hikmah dan pembelajaran ilmu. Jika ditanya berapa kali kita membaca Al-Quran dalam sehari, wis jawaban bisa beragam boleh jadi ada yang seminggu sekali setiap malam Jum’at baca Yassin, ada yang setahun sekali di bulan puasa, sengaja dikumpulkan sampai-sampai bisa terkejar target khatam di bulan Ramadhan tersebut. Ada juga rekan EYD yang lebih mantap lagi (sepengamatan EYD di lingkungan kantor) hampir setiap ba’da sholat di Mushola bisa menyisakan waktu untuk sekedar membaca Al-Quran barang 15 menit. Salut hati EYD membathin, level iman EYD nampaknya belum bisa sedalam itu.

Sebagai seorang pekerja yang rutinitasnya disibukkan dengan pekerjaan di kantor + waktu banyak habis terbuang di perjalanan, awal-awal menjalani ini semua kok nampaknya kehidupan stagnan. Begitu sampai rumah jam 9 malam seolah tubuh sudah tidak mampu diajak melakukan aktivitas lain. Begitu hebatnya rasa lelah yang ditimbulkan lalu lintas kota besar Jakarta sehingga harus menguras produktivitas diri. Ya udah setelah menyisakan sedikit waktu untuk bercengkrama dengan anak, sepulang kerja hanya aktivitas membaca buku yang bisa dilakukan. Gak pake lama, baru 2-3 halaman dibaca mata langsung tepar mengajak beristirahat.

Sejak sering mengikuti kajian di berbagai majelis taklim (ya di lingkungan tempat tinggal, ya di kantor) nampaknya secercah cahaya itu pun datang. Kalau dibilang membaca Al-Quran bagi EYD sih bisa dihitung sebulan berapa kali (sungguh terlalu) tapi lama kelamaan makin kesini dengan niatan EYD memaksakan untuk bisa konsisten 40 hari membaca Al-Quran setiap hari, kenikmatan membaca Al-Quran mulai bisa dirasakan betapa nikmat. Awalnya mungkin canggung malu didengar tetangga, maklum hidup di komplek perumahan yang cuma berdinding 1 alias dinding tipis bener (rumah sederhana) suara-suara musik atau aktivitas yang agak bersuara pasti langsung bisa didengar tetangga. Tapi bermodal kepercayaan diri karena sudah sedikit memahami ilmu tajwid, makhroj huruf, panjang pendeknya serta sedikit lagu (Bayati), EYD coba beranikan membacanya sedikit keras (jelas). Entah kenapa membaca Al-Quran dengan suara jelas dan sedikit keras cenderung lebih nikmat EYD rasakan ketimbang membacanya secara syir.

Yup, program 40 hari istiqomah untuk baca Quran setiap hari tanpa putus bukan tidak ada ujian yang EYD alami. Ujian paling berat justru datang dari fisik bro sis, saat pulang kerja malam-malam tubuh terasa sudah lelah dan matapun semaput kalau bisa dibilang. Kalau diikuti enaknya badan ya langsung cuci kaki dan rebahan ke kasur (nikmat bener) selesailah perkara. Nah disinilah ternyata kuncinya meraih nikmatnya ibadah, memang harus pakai jurus “dipaksaken” di awal-awal. Selelah-lelahnya tubuh ternyata jika dipaksakan dari niat ada jalan untuk menyegarkan kembali. Apa itu? Sederhana mas bro, setelah beres-beres dari pakaian kerja, bersih-bersih. Cobalah menyikat gigi (bersiwak) lalu diteruskan dengan mengambil air wudhu. Gak pake lama mata yang tadinya semaput tinggal 5 watt langsung joss terang benderang, rasa kantuk pun hilang. Sebenarnya mengambil wudhu ya karena memang sudah berangkat dari niat ingin membaca Quran malam itu, tapi ternyata justru dengan bersiwak dan berwudhu itulah kondisi tubuh khususnya mata menjadi segerrr kembali.

Rutinitas Kantor

Setelah dijalani, jika EYD pikir-pikir ternyata untuk mengalokasikan membaca Quran gak sampai setengah jam sudah komplit termasuk membaca terjemahannya, kurang lebih dapet 10 ayat atau 1 ‘ain lebih. Kalau dihitung-hitung tak terasa sudah 90 hari sejak jurus “paksaken” EYD mulai. Hasilnya alhamdulillah sudah seperti ada ikatan bathin yang kuat dengan kebiasaan membaca Al-Quran saban hari. Rasanya kalau hari ini belum ada membaca, di bibir ini seperti ada yang kurang. Dan herannya lagi tapi nyata, saat ditengah riding tak terasa bibir ini otomatis secara reflek suka melantunkan zikir dan surah-surah pendek yang ada di hafalan EYD, tentunya dengan gaya dilagu-lagukan. Ya inilah pengalaman bathin yang bisa EYD share ke pembaca semua. Sedikit demi sedikit rahasia kenikmatan beribadah mulai dapat dirasakan, sholat berjamaah, bersedekah, membaca Quran sudah seperti menjadi kebutuhan tersendiri.

Dari pengalaman bathin ini EYD coba metulis kiat-kiat gimana caranya untuk memulai dekat dengan Al-Quran dalam konteks yang ringan dulu membiasakan untuk gemar membacanya setiap hari. Pertama monggo beli Quran yang baru, sesuatu yang baru biasanya masih dielu-elukan untuk dibaca. Dalam membeli Quran EYD sarankan yang ada terjemahnya, karena akan terasa lebih mendalam pemahaman kita jika kita mengetahui artinya. Terjemah model komtemporer mungkin bisa jadi rujukan karena arti terjemahannya lebih mudah dicerna tanpa mengurangi makna asli dari ayat. Coba mulai niatkan dari sekarang untuk bisa 40 hari istiqomah tanpa putus setiap harinya bisa menyisakan waktu untuk membaca Quran 10 ayat atau 1 ‘ain kurang lebih sama dengan 2 halaman. Rasakan sensasinya setelah hari ke-41, bibir ini akan bergetar otomatis meminta jatah waktu untuk membaca ayat-ayat Al-Quran. Kiat berikutnya bacalah Quran saat malam ba’da Isya dengan didahului menyikat gigi dan berwudhu. EYD melihat saat malam hari, rongga nafas agak longgar sehingga nafas lebih panjang ketimbang membaca di Subuh hari (hanya feeling EYD). Kiat berikutnya biasanya ada ujian dari fisik entah itu kantuk atau rasa malas, cobalah bersiwak dan mengambil air wudhu.

Gemar Baca Quran

Last jujur memang diperlukan modal awal agar bisa menikmati ayat demi ayat Al-Quran yang dilantunkan. Yakni perlu memahami makhroj huruf, letak panjang pendeknya bacaan, kalau hukum-hukum tajwid sih bisa menyusul sambil berjalan. EYD yakin sebagian besar dari pembaca sudah paham ilmu dasar bacaan Al-Quran, so tinggal mau tidaknya membiasakan untuk lebih akrab dengan cara lebih perbanyak intensitas membacanya setiap hari. Kalau sudah rutin membaca, EYD yakin petunjuk itu akan datang, kelebihan akan Allah berikan kepada kita untuk memahami ayat-ayat yang terkandung lebih dalam lagi sehingga hasil akhir kita bisa menyikapi setiap persoalan kehidupan dengan Al-Quran. Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, nampaknya momen yang paling pas untuk memulai akrab bersama Al-Quran. Monggo bro sis yang mau mencoba resep “paksaken” selama 40 hari konsisten membaca Quran setiap hari, Insyallah ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi persoalan hidup akan didapati. Amiin.

Semoga bermanfaat.

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Mengaji and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Akrab dengan Al-Quran setiap hari, pasti bisa..

  1. Basho says:

    Alhamdulillah. Kalo saya rutin setiap habis shalat fardu ngebaca Qur’an beserta maknanya. Ngga usah banyak2, cukup satu halaman/satu tanda ‘ain setiap habis shalat fardu. Bener2 tombo ati. Mampu menjaga semangat motivasi ibadah sehari2. Kalau udah lancar, ngebaca Qur’an bisa jadi kenikmatan tersendiri :)

    • EYD says:

      Alhamdulillah.ikut bangga ada pembaca warung yg gemar baca Quran..memang kl udh level lancar bacanya..jadi kenikmatan..lebih nikmat ketimbang dengerin musik

  2. edo says:

    Alhamdulillah, ane jg skg tiap hari abis maghrib smbil nunggu isya baca quran. Pake metode dipaksa jg, Om. Pdhal sbelumnya baca blum tntu setahun sekali. (Malu2in)
    Setelah beberapa hari dipaksa, baru deh terasa nikmatnya baca Alquran. Sekarang klo gak baca kayak ada yg kurang.

  3. Adhitya Ramadian says:

    setuju banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *