Membedakan istilah “Hits” pada blog wordpress.com dengan wordpress self-hosted

Jetpack WordPress

Menarik untuk sedikit memberikan pencerahan tentang apa itu “hits” dalam dunia blogging yang notabene saat ini banyak menggunakan engine wordpress. Baik yang versi gratisan numpang di wordpress.com maupun yang bikin blog wordpress di hostingan berbayar. Tercatat beberapa contoh blog otomotif tanah air yang menggunakan wordpress.com mulai dari tmcblog, iwanbanaran, indobikermags, hingga pertamax7. Blog-blog yang EYD sebutkan ini menggunakan layanan tingkat lanjut yakni Domain Mapping, sehingga URL asli alamat blog yang numpang di wordpress bisa dialiaskan ke nama domain sendiri.

Lalu yang mana contoh blog wordpress menggunakan hosting sendiri? Ada banyak juga bro sis, salah satunya stephenlangitan, triatmono.info sampai warung sejutaumat.com ini pun salah satunya yang memutuskan untuk menggunakan wordpress versi hostingan (wordpress.org) Lalu apa sih beda antara keduanya? Wew..kalau ditulis dalam artikel ini bisa panjang, karena itu EYD persempit untuk sedikit memberi pencerahan tentang metode pembacaan hits dari keduanya.

Jika bro sis sudah memiliki alamat blog di wordpress.com, sudah gak perlu dipusingkan dengan pembacaan hits bagaimana. Dari WordPress.com sendiri sudah menyediakan secara built-in fitur Site Stats yang berguna untuk menampilkan hits harian, mingguan atau bulanan. Wait dari tadi ngomongin hits mulu, sebelum lebih jauh hits itu sendiri apaan? Kenapa hits seolah penting dan menjadi tolak ukur alat marketing untuk menilai reputasi sebuah web?

Secara umum “Hits” mengandung pengertian seberapa sering jumlah halaman, gambar, file dikunjungi atau didownload oleh pengunjung blog. Mudahnya kalau di engine WordPress “Hits” itu lebih dikenal dengan istilah “Views”. So cobalah bro sis buka Site Stats masing-masing, disana tidak ada istilah Hits melainkan menggunakan istilah Views. Jadi jika bro sis publish 1 artikel lalu pada saat bersamaan dibaca oleh 10 orang, maka hits dari artikel tersebut sama dengan 10, tapi tidak menutup kemungkinan salah satu user atau semuanya mengklik ulang atau refresh halaman artikel yang sama, maka nilai hits akan menjadi +1 jika dikunjungi ulang.

Ok sampai disini mungkin sudah cukup jelas dan gamblang bagaimana WordPress menghitung hits yang ditranslasikan dalam istilah “Views”. Nah enaknya jika kita memiliki blog di wordpress.com selain sudah tersedia secara built-in bisa diakses melalui dashboard, statistik blog juga bisa ditampilkan di halaman blog kita dalam bentuk widget. So pengunjung bisa ikut mengetahui berapa sih hits blog si A, blog si B.

Fitur widget Blogstats ini yang membedakan antara wordpress.com dengan wordpress.org (self-hosted). Di wordpress versi hostingan, bro sis tidak akan menemukan widget blogstats, ya boro-boro widgetnya, menu untuk mengetahui hits (Site Stats) juga tidak ada secara default bawaan dari WordPress.org. So alternatif untuk bisa mengetahui “hits” dari blognya salah satunya memanfaatkan program webstatistik semacam Awstats yang disediakan oleh penyedia hosting.

hits awstats

Jika bro sis perhatikan saat mengakses halaman statistik menggunakan Awstats, memang ada kolom hits disitu. Tapi perlu diketahui disini, masing-masing program statistik web, berbeda-beda mendefinisikan “hits”, jika WordPress mengartikan hits itu kedalam “Views” atau jumlah kunjungan maka lain lagi hits bagi program Awstats. Dalam program statistik web Awstats, setiap permintaan ke webserver (baik itu gambar, teks, file lain, maupun request yang alamatnya salah sehingga menghasilkan kode error 404) akan menghasilkan 1 hit. Bisa dibayangkan bro sis dalam 1 artikel misal terdapat beberapa gambar, maka jumlah hits hasil dari kunjungan 1 user bisa  berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tergantung dari jumlah semua elemen gambar, file yang diload dalam 1 halaman blog bro sis. Sementara pada saat yang bersamaan WordPress baru menghitung 1 views. Karena itu tadi Awstats mengartikan hits ke semua permintaan ke webserver.

Jadi data hits di Awstats jika dibandingkan dengan data Views di WordPressnya angkanya akan jomplang bro sis. Penunjukkan hits pada Awstats akan jauh lebih besar dari penunjukkan views di WordPress.

Lalu solusinya apa jika pemilik blog wordpress self-hosted ingin mengetahui data hitsnya yang mendekati penunjukkan WordPress? Gampang bro sis, carilah kolom Number of visits / Jumlah Kunjungan di halaman Awstatsnya. Sepengamatan EYD kolom ini nilainya mendekati dengan “Views” WordPress. Atau solusi yang lebih direkomendasikan EYD adalah saat pertama kali install wordpress di akun hosting, segera install plugin bernama Jetpack (http://jetpack.me/) Plugin ini superb sekali bro sis, salah satu fitur yang tersedia adalah Site Stats, hanya saja seperti yang EYD sampaikan tadi di awal, tetap pemilik blog tidak bisa menampilkan jumlah hits yang disajikan oleh Jetpack ke bentuk widget di halaman blog.

Dengan demikian mudah-mudahan bisa menjadi tambahan knowledge bagi pembaca, jika ingin menyajikan hits blog wordpress bro sis, ya monggo lebih bijak menggunakan data sahih dari WordPress sendiri (Jetpack) ketimbang menggunakan data program webstatistik pihak ketiga yang lain.

This entry was posted in Hosting Stuff, Internet, Internet Networking and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Membedakan istilah “Hits” pada blog wordpress.com dengan wordpress self-hosted

  1. Heru Kresnanto says:

    om endrik jago emang soal ini ya…..makasih ada artikel spt ini,biar saya “mudeng” maklum awam soal2 beginian,,,,oh iya tumben ini saya PERTAMAX…

  2. terima kasih bro endrik.. pencerahannya luas sekali, ditambah obrolan kita di semarang kemarin.. saya sih simple aja.. pakai plugin jetpack http://wordpress.org/plugins/jetpack/

  3. dadang says:

    sip mas pencerahan bagi yang awam seperti aku,
    dadang auto-champion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *