Istiqomah sholat berjama’ah sih sudah, tapi khusyu’nya sholat tetaplah perkara yang mahal

Shalat Berjamaah

Salam sejuta umat, hari Jumat saatnya artikel pengajian ditayangkan :) EYD coba mengulas pengalaman bathin EYD pribadi dalam hal ibadah sholat. Sekedar reminder ke belakang, alhamdulillah yang namanya kewajiban sholat fardhu berjama’ah di mesjid ini sudah bisa EYD jalankan dengan istiqomah. Tipsnya bagaimana sudah pernah EYD tulis di artikel tersendiri beberapa waktu lalu. Sekarang tinggal menjalani dengan penuh kesadaran iman kewajiban yang paling krusial bagi umat Muslim ini, hari demi hari, minggu ke minggu hingga waktu yang telah ditentukan tiba, mudah-mudahan bisa tergapai apa yang dicita-citakan banyak umat, yakni meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Setiap adzan berkumandang, apapun aktivitas yang sedang dilakukan, secara ringan hati ini tergerak untuk mem’pause’ aktivitas pekerjaan sebentar untuk segera beranjak ke mesjid. Bahkan disaat meeting kantor bersama pimpinan, EYD kudu pintar-pintar meminta izin ke bos untuk sholat sebentar jika sudah terdengar adzan. Sekali dua kali treatment itu EYD lakukan, lama kelamaan pimpinan memahami karakter karyawannya yang satu ini seperti apa, yo wis pasti diizinkan untuk izin sholat saat ditengah-tengah meeting  berlangsung. Boleh dibilang management waktu kesehariannya mau gak mau kudu berpatokan dengan jadwal waktu sholat 5 waktu. Misal membuat janji dengan rekan atau klien, maka waktu sholat menjadi acuan untuk penentuan janjinya.

Tausiah

Nah setelah beberapa bulan berjalan dengan keistiqomahan sholat tepat waktu berjama’ah, di hati ini timbul satu pertanyaan yang mengganjal. Sudah rutin sholat berjama’ah, bahkan semua urusan dunia kadang harus dinomorduakan terlebih dahulu (memang harus begitu) untuk mengejar sholat, tapi kenapa kok yang namanya kekhusyu’an dalam sholat kalau EYD mau nilai masih jauh dari harapan. Pikiran-pikiran dan segala permasalahan urusan dunia masih saja tetap masuk di dalam setiap raka’atnya sholat. Nampaknya harus ada treatment lain yang kudu dipelajari, gimana tipsnya menggapai sholat khusyu’. Memang selama ini EYD baru beranjak ke mesjid jika sudah terdengar adzan, jadi di memori kepala masih terbawa pikiran dan rekaman pekerjaan atau aktivitas yang baru saja ditinggalkan. Kalau 15 menit sebelum waktu sholat masuk sudah tiba duluan di mesjid, lalu mengisi waktu tersisa dengan tilawah Quran dan Dzikir, mungkin bisa mereplace rekaman memori di kepala atas bekas aktivitas-aktivitas lain yang dikerjakan. Ide ini sudah  lama kepikiran, tapi untuk menjalankannya lumayan berat mas bro dengan kepadatan aktivitas dunia lainnya, tapi harus dicoba.

Treatment menghafal semua arti bacaan sholat sudah, treatment merasa diri diawasi dan sedang berkomunikasi ke Yang Maha Pencipta sudah, tapi tetap pikiran-pikiran dunia masih bisa masuk, hadeuh. Last melalui artikel ini EYD juga ingin masukan atau ada mas bro sekalian yang punya tips untuk mendapatkan sholat yang khusyu’. Mohon masukannya di kolom komentar :)

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Istiqomah sholat berjama’ah sih sudah, tapi khusyu’nya sholat tetaplah perkara yang mahal

  1. ipanase says:

    Subhanallah
    saya sedang berusaha baru menggenapkan sholat berjamaah, bolong :(

  2. ms says:

    manusia adalah tempatnya salah dan dosa, sholat adalah waktunya kita memohon ampun dan mengharapkan ridho-nya atas semua kegiatan kita, anggap saja iniadalah sholat terahir dan kesempatan terahir memohon ampun dan ridhonya.

    semoga bermanfaat kawan

  3. hiulscm says:

    Ya itu dia yg sulit,krena kita terikat sistim kapitalis skrg.ya wktu diperas max….sehingga sholatpun bwa beban kerjaan

  4. ayoi says:

    wow keren sekali gan bisa istiqomah seperti itu, josss.
    …dan ttg khusuk sholat ternyata: kekhusukan sholat itu diukur oleh Allah sebatas kemampuan orang yg melakukannya, jadi klo blm bisa khusuk sepenuhnya adalah wajar dan sangat manusiawi, yg penting tetap bersyukur sudah istiqomah sholat 5 waktu.
    sedikit sharing dari sini: http://hambaallah1216.blogspot.com/2012/12/supaya-shalat-kita-khusuk.html

  5. Teguh says:

    Melupakan pikiran tentang pekerjaan / urusan keduniawian saat sholat itu yang sulit Mas Hendrik buat Saya.

  6. dudit says:

    bayangkan seandainya solat ini adalah solat terakhir kita…………..insyaallah bisa lebih kyusu

  7. samsul says:

    kenal dulu dgn yg kita sembah (man arofa nafsahu fakod arofa robbahu), dgn cara mati sebelum mati(moutu kobla anta moutu (imam ghazali), yakni tinggalkan 8 perkara yg senantiasa ada dalam hati (QS. Attaubah 24) dengan cara huruj fisabilillah 4bln 40 hr 3hr insyaAllah akan ketemu jawabannya… wallahua’lam

  8. dadang says:

    sip mas, waktu kerjaku juga mencoba menyesuaikan waktu solat, bukan solat menyesuaikan waktu kerja.
    oya aku ngaji di salafy. ini info seputar salafy. http://www.salafy.or.id

    ni alamat kerjaku http://www.auto-champion.com di jogja. silakan mampir jika lwat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *