Dalam keadaan sadar dan mampu, tak elok rasanya melewatkan panggilan-Nya begitu saja

sejutaumat

Salam sejuta umat, mas bro sekalian dalam 1×24 jam aktivitas kehidupan sehari-hari diluar waktu istirahat tidur kita, ada beberapa waktu dimana kita harus menyisihkan alokasi waktu kita untuk memenuhi panggilan-Nya. Bagi kita yang Muslim tentunya hampir setiap menit bahkan detik segala aktivitas kita bisa menjadi bernilai ibadah asal kita pandai dalam berniat. Beberapa waktu khusus itu ialah saat melakukan ibadah mahdoh yakni dalam hubungan kita secara vertikal ke Yang Maha Pencipta.

Ibadah mahdoh dalam keseharian yang rutin dan tampak mungkin salah satunya adalah shalat, ada 5 waktu dalam sehari kita menjalankan ibadah shalat. Dalam 5x waktu itulah sesibuk apapun aktivitas yang sedang dikerjakan, kita sebagai hamba-Nya harus rela dan ikhlas memberikan waktu khusus untuk melaksanakan ibadah. Lebih khusus lagi perihal ibadah shalat, maukah dan tergerakkah iman di dada saat adzan berkumandang kita bersegera meninggalkan aktivitasnya untuk shalat tepat di awal waktu?

Sesuai judul artikel ini, tak elok rasanya bagi kita yang masih mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, secara nyata dapat dirasa tubuh ini kuat, tubuh ini mampu bergerak untuk memenuhi panggilan shalat, tapi mendengar suara adzan hanya dilewati begitu saja tanpa ada dorongan iman yang langsung “connect” ke pemilik panggilan adzan, Allah SWT. Contoh sederhana kita sebagai biker penggemar siaran MotoGP, saat asyik-asyiknya siaran MotoGP berlangsung eh suara adzan Isya berkumandang jelas di pendengaran, tapi hati ini malah menjawabnya dengan bisikan-bisikan nantilah, tanggung,  lagi seru nih, sayang kalau kelewat, dan sebagainya berbagai bisikan-bisikan hawa nafsu yang bisa mematikan iman.

Sadar disini berarti mengerti dan mengimani atas kewajiban ibadah itu dengan ilmunya, sedangkan mampu disini adalah kemampuan untuk melaksanakan ibadah. Misal di saat adzan shalat Asar, ternyata fisik ini sedang tidur terlelap karena kecapean, untuk case seperti ini alasannya masih memenuhi syar’i, berbeda hukumnya jika kita benar-benar dalam kondisi sadar dan mampu, maka serulah panggilan-Nya dengan ikhlas.

hewan kurban

Next umat Islam sebentar lagi akan menghadapi hari raya Haji atau hari raya Qurban. Bagi EYD pribadi ini juga termasuk sebuah panggilan yang harus dilaksanakan dengan keyakinan iman, walau tahun ini EYD belum mampu memenuhi panggilan ke Tanah Suci, namun bagi kita yang berada di tanah air ada panggilan lain yang bisa kita laksanakan yaitu ibadah Qurban. Gimana mas bro sekalian, apakah sudah ada planning qurban apa tahun ini?Kambing, Sapi? Disini EYD tertarik untuk mengkaji iman, EYD yakin siapapun orangnya khususnya para pekerja/karyawan yang sudah memiliki penghasilan tetap, di saat panggilan itu tiba, dikategorikan termasuk sadar dan punya kemampuan untuk berqurban. Budget 2 juta untuk gonta ganti gadget setiap tahun saja bisa, masa mengeluarkan budget yang sama untuk membeli seekor kambing di hari raya Qurban kadang alasannya belum mampu?

Sebenarnya masalah mampu dan tidaknya ini kembalikan ke niat dari awal. Memang tidak menutup kemungkinan di saat hari H-nya  kita lagi benar-benar tidak ada kemampuan untuk melaksanakan qurban, ntah karena anak sakit, dapet musibah atau karena satu dan lain halnya. Namun disini EYD ingin share pengalaman bahwa asal diniatkan ingin dan bersungguh-sungguh untuk bisa qurban, dari setahun yang lalu sudah bisa dipersiapkan untuk menyisihkan sebagian pendapatan ke tabungan khusus untuk qurban. Cukup 200rb per bulan langsung dipost ke tabungan khusus dan jangan diganggu gugat selama 10 bulan sudah bisa bahkan lebih untuk membeli seekor kambing qurban.

Last, panggilan demi panggilan akan terus berkumandang tiada berhenti hingga hari akhir nanti. Pertanyaannya, saat dalam kondisi sadar dan fisik lagi mampu, bisakah iman di sanubari menggerakan tangan dan kaki untuk bersegera memenuhi panggilan-Nya? Monggo dicoba cara paksa untuk langkah awalnya, next selanjutnya akan terasa enteng menjalani setiap panggilan ibadah.

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Mengaji. Bookmark the permalink.

4 Responses to Dalam keadaan sadar dan mampu, tak elok rasanya melewatkan panggilan-Nya begitu saja

  1. maknarsisme says:

    bismillahirrohmanirrohiim

  2. husni says:

    Mudah2-an ane bisa terus improve dalam hal ibadah.. bismillah..

  3. Yudi says:

    Subhanallah, bermanfaat sekali artikelnya mas..
    :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *