Independensi seorang Blogger seperti apa sih..

Honda Bikers Day 2013

Salam sejutaumat, mas bro sekalian judul artikel ini bukanlah sebuah pertanyaan melainkan EYD ingin mengulas apa yang dinamakan dengan independensi dalam dunia ngeblog. Kurang lebih sudah 2 tahun setengah terjun menjadi seorang bloggger yang menyukai dunia roda dua, sedikit banyaknya sudah terlibat di berbagai event dan silaturahim baik dengan sesama rekan blogger lain maupun dengan beberapa ATPM motor. Dari pengalaman selama ini setidaknya makna “independensi” sedikit demi sedikit bisa EYD jabarkan untuk dishare pembaca.

Awalnya ngeblog itu adalah sebuah hobi untuk mencurahkan catatan, mensharing ilmu, pengalaman dan review produk dalam sebuah tulisan di media online yang bernama Blog. Dari konsistensi untuk mau sharing yang diterjemahkan dalam kerutinan update artikel setiap hari, seiring waktu sebuah blog akan menghasilkan “hits” yang mengangkat nama blog itu tenar baik di search engine, social media, maupun Alexa. Potensi ini awalnya tidak disadari seorang blogger, sementara diluar sana bagi pabrikan atau pihak-pihak yang memiliki brand melihat potensi ini dari luar.

Pabrikan maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan tema blog tadi akan mulai mengajak si empunya Blog untuk diundang dalam launching produknya, entah itu sekedar seremonial jurnalis ala press conference, maupun yang lebih kental lagi diundang ikut untuk test ride dan review sebuah produk. Bagi seorang blogger aktivitas-aktivitas terlibat bersama hajatan pabrikan ini tentu mempunyai impact yang kadang jika tidak disikapi dengan bijak, bisa membuyarkan prinsip independensi dalam menulis. Mentang-mentang lebih sering bersilaturahim dengan pabrikan A dibanding ke pabrikan B, menulis review produk pabrikan A lebih banyak positifnya dan parahnya kadang hampir sisi negatif suatu produk oleh blogger tidak mau diulas, dengan alasan “gak enak” ama pabrikan yang sering ngundang?

Nah seperti inilah yang kasat mata bisa dilihat bagaimana independensi seorang blogger itu nyata terlihat dalam setiap tulisannya. EYD termasuk blogger newbie yang banyak belajar dari blogger yang lebih dulu menyelam di dunia persilatan Blogger seperti Kang Taufik misalnya. Intensitas bersilaturahim dengan blogger papan atas satu ini tidak hanya saat kopdar ada acara dari pabrikan saja, namun diluar itu dalam dunia nyata EYD juga sering kopdar berinteraksi dengan beliau. So banyak ilmu dan pemahaman yang bisa diambil bagaimana menyikapi banyaknya relasi pabrikan terhadap kualitas dalam tulisan di blog.

EYD TMCBLOG

Bagi warung sejutaumat ini secara khusus, coba berkiprah dalam dunia perbloggeran otomotif roda dua cuma punya satu maksud tujuan, yakni bisa bermanfaat di dunia maya dalam hal informasi yang menjadi tema di blog sejutaumat, wabil khusus bisa bermanfaat untuk semua masyarakat yang masuk sebagai potential buyer dari market pabrikan roda dua di tanah air. Mulia memang terlihat tujuan misi ini, namun EYD masih terus belajar satu hal yakni konsistensi, jujur mas bro ini sangatlah berat ditengah kesibukan diri selaku karyawan perusahaan. Untuk satu hal ini EYD terus berlatih untuk bisa memaintain mood sehingga bisa update artikel setiap harinya.

Kembali ke topik tentang “independensi” tadi, singkatnya di warung sejutaumat ini jika ada sisi positif suatu produk yang direview, pasti akan disajikan dengan sedikit gaya “mengajak” bahwa produk ini layak dipinang. Namun sebaliknya jika ditemukan cacat atau kekurangan suatu produk, tanpa tebang pilih blog ini akan berani sajikan apa adanya dengan semangat memberikan “feedback” kembali ke pabrikan untuk perbaikan di rilis berikutnya. Nah bagaimana dalam konteks komparasi produk dari 2 pabrikan yang berbeda? Untuk hal ini selain subjektif berdasarkan feeling penilaian sendiri, EYD kudu mau membaca review dari pihak lain entah itu media online maupun blogwalking ke rekan blogger lain sehingga review yang dihasilkan lebih objektif.

Intinya warung ini tidak akan menjudge strategi bisnis atau marketing pabrikan yang dinilai memiliki kekurangan misal dibanding strategi kompetitor lain karena itu bukanlah kapasitas EYD selaku blogger biasa. Warung ini hanya memiliki kapasitas untuk memberikan inputan dari output produk pabrikan, toh produk motor yang dikritisi ini yang lebih bermanfaat bagi konsumen secara langsung  jika didengar pabrikan ketimbang mengkritisi strategi pabrikan dalam menjalankan arah bisnisnya.

Last godaan materi dan kedekatan silaturahim dengan petinggi-petinggi pabrikan tidak akan menggoyahkan warung blog ini dari tetap independen menulis artikel review apa adanya. Yang paling penting justru adalah konsistensi update artikel dan menyajikan informasi-informasi yang berguna itu lebih prioritas bagi warung sejutaumat saat ini. Monggo opininya mas bro, bagaimana independensi seorang blogger di mata pengunjung blog.

 

This entry was posted in Ngeblog and tagged , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Independensi seorang Blogger seperti apa sih..

  1. dadot says:

    Mosoooookkkkk *sek ngko komen sing serius @Mas Wiro

  2. Kobayogas says:

    Yang agak sulit itu adalah saat kita mencoba membeberkan ‘kelemahan’ dari suatu produk, sebagai manusia biasa, ketakutan akan ‘diabaikan/ditinggalkan’ suatu APM adalah hal lumrah. Apalagi jika kita sudah ‘menyandarkan’ rejeki kita dari sana (baca: ngeblog).

    Padahal maksudnya menguak kelemahan tersebut adalah agar pihak pabrikan bisa memperbaiki apa yang menjadi kelemahan produknya dari sisi konsumen atau at least dari sisi blogger yang mempunyai pandangan lebih obyektif dibanding fan boy-nya (dgn catatan bloggernya pun bukan suatu FB die harder merek tertentu).

    Well, memang kudu bijak dalam bermain kata kata dan kalimat, dan itu sangat tidak mudah hehehe… Salah sedikit dianggap ngeBC, salah sedikit dianggap condong ke merk tertentu atau jadi FB pabrikan tertentu.

    Kalau saya mah, saya tulis apa yg saya tau dan ingin disharing, dan berharap apapun resultnya, jika someday harus diajak dalam kegiatan APM, itu tidak akan mengurangi objektivitasnya. Ngarep nih ye wkwkwkk…
    http://kobayogas.com/2014/01/24/pojok-tes-akselerasi-0-60kmjam-scoopy-fi-2013-7-atau-8-detik/

  3. yanda says:

    Ya prinsipnya kaya mekanik bengkel umum pinggir jalan om eyd.mereka selalu jujur klo brand tipe ini tipe itu ada plus minusnya gk nutup2in kekurangan dan kelebihan produk2 yg mereka tanganin.

  4. iwan oa says:

    Hehehe.. 86 bro EYD.. lanjut terus blog-nya..

  5. hulssay says:

    ikut blajar..
    nice tipss..
    :D

  6. motogokil says:

    independensi akan melahirkan usaha2 perbaikan dan pencerdasan bagi pembacanya, dan sebaliknya.
    titp mas http://motogokil.com/2014/01/25/pengaruh-jumlah-gigi-terhadap-laptime-dan-topspeed-bagian-4/

  7. theblogname says:

    sek2…..
    sblum pada komentar…pertnyaanya setau mz eyd ada ga bloger di indmtoblog nulis artikel dapat bayaran dari pbrikan….
    sbnernya bisa kita liatlah dri tulisanya

  8. Heru Kresnanto says:

    lanjutkan bang…..bagaimanapun independensi tetap di perlukan….

  9. ken39 says:

    klo udh jadi blog rujukan macem tmc or iwb, nah itu kadang yg harus hati hati buangeeeettttttt. bukan apa apa, dibaca banyak orang, salah dikit, bs jadi fitnah… hii serem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *