Jabatan ini ternyata dulunya aku penah meminta

Uji Kompetensi SMK

Salam sejutaumat, mas bro sekalian walau agak telat artikel Jum’at kali ini coba kita lanjut sebuah artikel untuk bahan sharing dan renungan bersama. Mungkin membaca judulnya mas bro agak bingung ya, jabatan apa, jabatan politik? Oh tentu bukanlah karena empunya warung bukan politikus tapi seorang blogger biasa yang pekerjaan utama adalah sebagai karyawan perusahaan. Artikel ini murni adalah sebuah unek-unek penulis yang saat ini sedang mengisi sebuah posisi ditempat bekerja. Artikel ini kalau dibaca anak buah bisa jadi good news agar pada saatnya nanti tidak akan kaget saat ada perubahan di jajaran kepemimpinan.

Sebuah jabatan atau posisi entah itu di lingkup kecil seperti perusahaan maupun yang lebih besar sekaliber lingkup pemerintahan dalam satu negara hendaklah jangan diminta. Agak aneh hidup di akhir jaman ini melihat banyak orang pada berebut kursi dan jabatan, padahal seandainya jika tau esensi beban tanggung jawab seorang pemimpin baik di dunia maupun di akhirat nanti, penulis juga akan emoh jika dirasa kemampuan diri belum kompeten. Setiap pemimpin akan ditanya atas apa yang dipimpinnya kelak.

Mengisi posisi supervisor yang membawahi satu divisi ini awalnya menyenangkan bisa menjalankan dan mengontrol arah divisi sesuai kebijakan yang bisa diambil sendiri. Bukan berarti seenak udele dewe, tapi tetap sesuai dengan arah visi dan misi perusahaan. Beban mulai terasa berat saat jumlah staff yang dinaungi divisi semakin bertambah dan jumlah pelanggan juga semakin meningkat signifikan dari tahun ke tahun (alhamdulillah). Semakin banyak anak buah semakin banyak kepentingan yang harus ditampung guna menselaraskan tujuan divisi yang utama yakni peningkatan mutu pelayanan ke pelanggan.

Tak ayal kondisi ini membuat penulis yang sebelumnya semangat 45 dalam melayani customer secara totally, kini dengan jabatan yang diemban kudu berbagi porsi perhatiannya untuk bagaimana bisa ‘memanage’ anak buah agar bisa maksimal dalam jobdesc masing-masing yang sudah ditetapkan disamping SPV sendiri melayani customer sehariannya.

Suatu hari management mengajak diskusi tentang keinginan pimpinan untuk membuat divisi baru dimana orang pertama yang menjalankan divisi itu adalah penulis sendiri. Keinginan ini penulis terjemahkan sebagai suatu upaya pemekaran divisi oleh perusahaan guna memposisikan “the right man on the right place” dan memang kebutuhan untuk adanya divisi baru itu memang sudah ada alias penting.

Pertama management mengajukan keinginan itu terhadap penulis, disinilah penulis teringat history ke belakang bahwa jabatan supervisor yang sudah diemban selama 2,5 tahun ini dulunya adalah EYD pernah memintanya (minta jabatan). Walaupun konteks situasi saat penulis mengajukan permintaan itu dalam suasana candaan di meja makan bersama tapi tetaplah esensi urusannya adalah pernah meminta.

Sekarang dengan case seperti ini penulis dihadapkan dua pilihan, apakah menolak permintaan dan tetap bertahan di posisi sekarang atau menerima tantangan baru sekaligus amanah yang diberikan perusahaan untuk membangun divisi baru yang memang juga sedang dibutuhkan. Disaat sikon seperti inilah tuntunan agama itu yang menjadi patokan. Barangsiapa memisahkan agama dengan urusan dunianya sungguh Ia telah tersesat. Tafsiran ini yang nampaknya penulis ambil untuk menyikapi pilihan tadi.

So pilih mana menjalani posisi jabatan yang didapat karena meminta atau menjalankan posisi baru yang memang itu diamanahkan oleh perusahaan. Secara lugas penulis akhirnya memilih sesuatu yang bisa menenangkan hati, menjalani sesuatu yang diamanahkan rasanya kok lebih mulia ya.

Last 2-3 bulan kedepan penulis sudah mulai prosesi mengajarkan ke calon pengganti posisi saat ini. Tak mudah memang menentukan siapa pengganti yang paling pas. Karena tidak hanya skill yang dibutuhkan dalam mengisi posisi SPV, jiwa kepemimpinan untuk keterampilan memanage semua bawahan wajib menjadi agenda yang akan diproposalkan.

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Ngeblog and tagged , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Jabatan ini ternyata dulunya aku penah meminta

  1. Teguh says:

    Salut bisa megang divisi Support Mas mesti stand by 24/7 nanganin mesin dan pelanggan.

    Btw met milad, semoga sehat dan sukses selalu.

  2. kang ulid says:

    jozzzz… naek pangkat… tanggung jawab bertambah… smangattt

  3. Redribbon Army says:

    maksudnya orang pertama di divisi kan artinya Manager kan yah atau Kepala Divisi gitu???

    saya saat ini jua menghadapi hal sama… per February 2014 dihadapkan dengan tantangan baru yang lebih berat bobotnya… Isya Allah bisa ditangani… memang terkadang jika diminta untuk pegang… kita ini takut2 gimana gitu.. takut gagal.. takut ga amanah… tapi yaa saya rasa orang yang takut justru lebih baik karena dia akan berusaha maximal.. daripada “minta” jabatan dan sombong akan ilmunya tapi ga kerja apa2 saat menjabat

    http://pasukanredribbon.wordpress.com/2014/01/26/ada-yang-tau-maksud-dari-biaya-build-up-ketika-mau-beli-motornya-kawasaki/

    http://pasukanredribbon.wordpress.com/2014/01/24/nah-lho-kesambit-yamaha-kan-wkwkwkwkkwk/

  4. bangcat says:

    Met milad om Endrik….semoga di jabatan baru tetep istiqomah dan amanah

  5. TH says:

    Good article mas, it could be inspire all readers.
    Wish all the best for your career and also family.

  6. archnine says:

    selamat dulu mas, untuk promosi jabatannya..

    sip, artikelnya.
    di tempat kerja memang lagi masa-masa pancaroba, jadi manteb setelah baca artikel ini

  7. aisya says:

    Congratulation, champaign…… (^ ^)/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *