Catatan ulasan perjalanan ibadah Umroh 2014

Di depan Masjidil Haram

Di depan Masjidil Haram

Salam sejutaumat, vakum ngeblog 10 hari sekali-kali bahas artikel religi lagi. Mas bro sekalian pada tanggal 15-23 April kemarin aktivitas ngeblog di warung ini vakum dulu sementara waktu karena EYD sedang fokus dalam perjalanan ibadah. Sempat juga muncul godaan untuk memaksa ikut agenda touring bersama AHM ke Ujung Genteng beberapa hari sebelum keberangkatan. Tapi nampaknya Allah memberikan petunjuk agar EYD lebih fokuskan hemat tenaga untuk digunakan di Tanah Suci ketimbang dikuras di acara touring.

Bareng Ustadz Rizal di Jabal Rahmah

Bareng Ustadz Rizal di Jabal Rahmah

Ceritanya perjalanan umroh ini adalah EYD bersama dua rekan lainnya diberangkatkan oleh kantor. Alhamdulillah mungkin ini jawaban atas doa selama ini untuk bisa disampaikan ke tanah haram, EYD bisa memenuhi panggilan ke tanah suci kota Mekkah Al-Mukharom dan kota Madina Al-Munawarah. Sebagai blogger, pengalaman perjalanan ini rasanya tak afdol jika tak ditulis dalam artikel khusus di blog ini, Insyallah ulasan ini bisa bermanfaat bagi pembaca lain yang ingin atau sedang akan menjalankan ibadah umroh.

setelah melaksanakan umroh kedua

setelah melaksanakan umroh kedua

Hari pertama perjalanan dari bandara Soekarno Hatta – Jeddah memakan waktu 9 jam di pesawat. Sempat delay dikarenakan masalah teknis pesawat mulai take off jam 19.00wib. Baru kali ini merasakan perjalanan panjang di pesawat hampir 9 jam nonstop, sebelumnya paling lama juga hanya 2 jam Jakarta – Medan atau Jakarta – Bali. Gak ada aktivitas plus-plus yang dilakukan selama di dalam pesawat, hanya berzikir dan memaksakan tidur berkali-kali.

di halaman Masjid Nabawi

di halaman Masjid Nabawi

Tiba di bandara Jeddah sekitar pukul 00.00 dinihari, sekitar 400an lebih jamaah mulai turun dari pesawat menuju pos imigrasi. Namun kemarin itu ntah karena masalah apa pos imigrasinya belum ada petugasnya, akhirnya kita terpaksa 3 jam tertahan menunggu petugas beroperasi. Setelah pintu dibuka jamaah mulai keluar satu per satu dalam antrian cukup panjang. Setelah semua jamaah selesai proses dari imigrasi, kemudian diarahkan dan dipisahkan menurut kelompok Bis masing-masing. Waktu itu waktu menunjukkan pukul 04.30 waktu Arab Saudi, karena tanggung hampir masuk waktu Subuh semua jamaah sholat Subuh di masjid Terminal Jeddah.

menuju Masjid Quba

menuju Masjid Quba

Setelah sholat, 9 Bis yang membawa jamaah mulai berangkat menuju tempat tujuan pertama yakni ke kota Madina Al-Munawarah, jarak yang ditempuh kurang lebih 420km (setara Jakarta – Tegal). Bisa dibayangkan capeknya badan turun dari pesawat selama 9 jam + 4 jam proses nunggu di Jeddah, kini dilanjut lagi dengan perjalanan Bis selama 5 jam ke depan. Hati ini coba dimantapkan karena ini adalah perjalanan ibadah, kudu ridho dan dikuat-kuatin untuk menjalaninya.

mengambil Miqot di Masjid Bir Ali

mengambil Miqot di Masjid Bir Ali

Di sepanjang jalan setelah fajar, matahari mulai menampakan sinarnya, mulailah sedikit demi sedikit pemandangan yang tak ada di Indonesia bisa terlihat. Sepanjang perjalanan hanya ada gurun bebatuan, gunung-gunung batu yang tandus tidak ada pohon terlihat. Dengar-dengar perairan disini semua berasal dari Jeddah lalu didistribusikan ke semua wilayah Arab Saudi melalui pipa-pipa besar.

selesai Sa'i di bukit Marwa

selesai Sa’i di bukit Marwa

Hampir memasuki kota Madina, hati ini merenung dan coba mengingat kembali perjalanan hijrah Nabi besar Muhammad SAW dulu dari kota Mekkah ke Madina bagaimana jauhnya. Hanya mengendarai onta ditemani sahabat Abu Bakar Siddiq menyisir gunung-gunung batu yang terik dan terjal. Sungguh pengorbanan Rasul waktu itu begitu besarnya demi agama Islam.

checkpoint menuju Madina

checkpoint menuju Madina

Sesampainya di kota Madina, ustadz yang memandu di dalam Bis mulai menceritakan beberapa tapak tilas dari Rasul di kota ini. Ustadz mulai memandu perbanyak membaca sholawat. Di Kota Madina berbeda dengan pemandangan sepanjang perjalanan tadi, kota ini terlihat lebih subur ada perkebunan pohon Kurma terlihat, ada peternakan onta-onta juga  terlihat disini.

checkpoint menuju Madina

checkpoint menuju Madina

Akhirnya kita pun sampai di hotel yang disediakan oleh travel, ohya perjalanan umroh ini EYD bersama salah satu travel besar yang lumayan terkenal di Jakarta, yakni NRA Tour yang beralamat di Mampang. Hotel yang kita tempati bernama Movenpick. Aneh juga kalau mendengar namanya, di tanah haram ini orang non muslim tidak boleh masuk ke tanah haram, tapi merk-merk non muslim kok ya boleh masuk. Hotel ini termasuk yang terbesar di kota Madinah, berbintang 5. Kelebihan hotel ini adalah posisinya yang berdekatan dengan Masjid Nabawi, jadi kalau kita keluar dari hotel, sholat berjamaah dihalaman itu sudah sah karena nyambung dengan pelataran halaman Masjid Nabawi itu sendiri.

bersama petugas Masjid Quba

bersama petugas Masjid Quba

Hari kedua siang itu tidak ada kegiatan khusus, hanya sholat Zuhur di Masjid Nabawi, makan siang, istirahat dan sholat Asar kemudian balik lagi istirahat di hotel. EYD mensyukuri nikmat akhirnya bisa merasakan sholat berjamaah di Masjid Nabawi tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan.

Malamnya setelah sholat Maghrib EYD dan rekan tidak balik ke hotel namun memperbanyak ibadah (membaca Quran) sambil menunggu sholat Isya. Begitu selesai sholat Isya kita kembali ke hotel untuk makan malam. Setelah makan malam rencananya malam itu kita akan ziarah ke makam Rasul dan para Sahabat, ke Raudhah dan Makam Baqi. Namun karena begitu ramainya jamaah lain yang ingin bisa ke Raudhah, akhirnya kita berpisah dengan rombongan dan berusaha masuk sendiri ke Raudhah untuk melaksanakan sholat sunah tahiyatul masjid dan sholat sunnah lain.

di depan Masjidil Haram

di depan Masjidil Haram

Di Raudhah ada polisi yang mengatur ketertiban jamaah, kita idealnya cuman sempatkan sholat sunnah tahiyatul masjid 2 rakaat dan sholat sunnah lain 2 rakaat, setelah itu langsung keluar gantian dengan jamaah lain. Jadi tipsnya kalau mau doa di Raudhah lakukan di sujud terakhir sholat sunnah. Kalau doa sesudah sholat dengan menengadahkan tangan alamat diusir ama polisi masjid :D

ingin mengabadikan foto di depan Ka'bah

ingin mengabadikan foto di depan Ka’bah

Hari ketiga selain ibadah sholat 5 waktu, hari Jumat itu tidak ada kegiatan khusus. Ohya untuk adzan Subuh di Masjid Nabawi ini 2 kali, adzan pertama 1 jam sebelum adzan kedua dan tidak memakai “asholatu khairum minannaum”. Jadi kalau baru dengar adzan pertama masih aman 1 jam lagi, begitu adzan kedua baru banyak jamaah berbondong-bondong berebutan tempat di dalam masjid. Sholat Subuh di Masjid Nabawi juga tidak memakai bacaan Qunut.

Tower Zam Zam yang terlalu tinggi

Tower Zam Zam yang terlalu tinggi

Hari keempat jadwalnya City Tour mengunjungi dan berziarah ke beberapa tempat di antaranya mengunjungi masjid Quba, ke Kebun Kurma (beli oleh-oleh kurma disini), ziarah ke Jabal Uhud tempat terjadinya perang Uhud dahulu dimana umat muslim dapat dikalahkan oleh pasukan kafir Quraisy. Perjalanan melewati masjid Qiblatain  setelah itu kembali ke hotel sebelum masuk waktu Zuhur.

di Masjid terapung Laut Merah

di Masjid terapung Laut Merah

Karena hari ini adalah hari terakhir berada di kota Madinah, Subuh sebelumnya EYD sempatkan ziarah terakhir ke Raudhah sebagai salam pamit ke Rasul, entah kenapa dari hari pertama hingga ketiga air mata ini tidak mau keluar, tapi di hari terakhir baru air mata bisa keluar. Itu tak lain saat EYD mencoba mengenang jasa dan perjuangan orang tua khususnya doa Ibu yang bisa membawa diri ini bisa sampai ke makam Rasul. Sungguh pengalaman bathin yang cukup dalam bagi EYD bisa menangis di depan makam Nabi. Teringat pula dengan pesan ustadz saat manasik di tanah air, untuk berikrar konsisten menjalankan sunnah Rasul dan memperjuangan Islam.

Seneng liat mobil SUV GMC

Seneng liat mobil SUV GMC

Sebelum masuk sholat Zuhur, EYD dan rekan lain sudah mengenakan pakaian Ihram. Nah ini nih acara inti, karena belum punya pengalaman berpakaian Ihram, pengalaman sholat Zuhur menggunakan pakaian Ihram alamat kerepotan untuk menjaga pakaian atas agar tidak melorot. Hadeuh..pasrah deh sholat Zuhurnya gak khusyu’ hanya dikarenakan ngurusin pakaian Ihram :( Akhirnya selesai abis sholat kembali ke hotel dan mencoba bongkar ulang pakaian Ihramnya :D cari-cari pakem yang enak buat dipakai sholat, alhamdulillah akhirnya bisa. Siang itu setelah selesai makan siang, kita pun mulai checkout hotel untuk menuju kota Mekkah, tentu dengan berpakaian Ihram.

di depan Raudhah Masjid Nabawi

di depan Raudhah Masjid Nabawi

Kebayang 5 jam perjalanan ke depan gimana rasanya ya dengan mengenakan pakaian Ihram. Tapi lagi-lagi karena ingat ini perjalanan ibadah, hati ini kembali coba dimantapkan dan berusaha ridho. Perjalananpun dimulai, kita menuju ke Masjid Bir Ali di Madina untuk mengambil Miqot. Apa itu Miqot? Miqot yakni mengambil starting point untuk umroh dan memulai niatnya disana. Setelah berniat umroh disana, maka mulai saat itu sudah tanda tangan kontrak dengan Allah SWT, tak boleh mundur harus maju terus. Sejak niat semua larang-larangan selama berihram mulai berlaku, tidak boleh pakai wangi-wangian, lotion, mengenakan penutup kepala, mengenakan pakaian dalam, memotong rambut atau kuku, membunuh hewan atau mencabut tanaman, yang kesemuanya itu jika dilanggar akan dikenakan dam (membayar denda) mulai dari memotong kambing sampai yang terberat memotong unta :D

Sesampainya di kota Mekkah jam menunjukkan pukul 21.30,  jamaah turun dari Bis dan menuju kamar hotel masing-masing. 400an jamaah NRA dibagi ke dalam 4 hotel, EYD alhamdulillah mendapat jatah di kamar hotel Fairmont (hotel berbintang 5 yang ada jam besar tulisan Allah di kota Mekkah). Dari hotel gak lama langsung diarahkan ke restoran Tasnem yang berada di P3 zam zam tower. Asli ini masakan Indonesia banget, dan pegawai restorannya juga orang Indonesia semua, pantes. Jadi dari akomodasi NRA di hotel ini untuk sarapan dapat jatah dari hotel Fairmont di lantai M2, sedangkan makan siang dan makan malam keluar dari hotel menuju restoran Tasneem :D

Setelah makan malam selesai, langsung ambil wudhu, kita akan melaksanakan umroh thawaf pertama, sebelumnya kita sholat Isya dulu berjamaah di Masjidil Haram diimami oleh ustadz pemandu Bis. Setelah selesai mulai diri ini merinding begitu melihat Ka’bah, hati ini terenyuh melihat bangunan Ka’bah yang selama ini menjadi qiblat kita melaksanakan sholat. Begitu agungnya sifat-sifat Allah bisa terlihat dari agungnya Ka’bah yang diputari ribuan orang setiap saat.

Ohya saat ini di Masjidil Haram masih berlangsung proses renovasi atau pembangunan masjid baru lebih tepatnya, sehingga kapasitas di dalam masjid yang bisa digunakan jamaah hanya 1/3 saja. Tampak alat-alat berat terus bekerja, kebisingan deru-deru mesin juga selalu mengiringi setiap berada di areal masjidil Haram.

Walau dalam kondisi capek dari perjalanan 5 jam Madina – Mekkah, entah kenapa saat mengelilingi Ka’bah rasa capek itu tak terasa, diiringi membaca bacaan-bacaan yang dipandu oleh Ustadz, tak terasa 7 putaran selesai dilakukan.

Kemudian keluar dari area putaran Ka’bah, memanjatkan doa dipandu Ustadz, lalu melakukan sholat Sunnah Thawaf 2 rakaat. Setelah itu melanjutkan rentetan ibadah menuju bukit Safa untuk melakukan Sa’i. Ya Allah sungguh rentetan ibadah ini mestinya bisa mencetak diri lebih tawaduk atas kebesaranmu, hamba ini  tidak ada apa-apanya. Lari-lari kecil dari Safa menuju Marwa kurang lebih 400 meter, dikali 7 putaran sama dengan 2,8km, wew..ngos-ngosan sih nggak, tapi pegalnya kaki ini gak bisa bohong. Ada kakek-kakek umur 75 yang satu Bis dengan EYD beliau tidak ada tanda-tanda kepayahan menjalani Sa’i ini, makanya EYD yang berada di belakangnya seperti terpacu mosok kalah dengan orang tua :D

Setelah selesai 7 putaran, kelompok kita berkumpul di bukit Marwa untuk melaksanakan Tahalul, yakni memotong rambut sedikitnya 3 helai, paling afdol dibotakin sekalian, hehehe. EYD memang ada rencana dibotakin, tapi nanti aja di umroh kedua (ba’dal), jadinya hanya potong sedikit saja.

Puas rasaya malam itu, jam sudah menunjukkan jam 3 pagi, semua rentetan ibadah hari ini akhirnya tunai. Tak ada lagi yang dipikirkan selain buru-buru ke hotel untuk meluruskan badan ke kasur. Takut Subuh kesiangan alarm di HP android pun diaktifkan.

Trett..trett..trett, alarm pun berbunyi tanda Subuh sudah masuk dan fasilitas di kamar hotel Fairmont ini suara adzan di Masjidil Haram tersambung ke speaker di setiap kamar-kamar. TV LED kamar pun terhubung ke TV online untuk melihat kondisi live suasana di Ka’bah. Sama dengan di Masjid Nabawi, adzan Subuh di Masjidil Haram juga 2x. Karena datang setelah adzan kedua, EYD tidak dapat tempat di dalam  masjid, tapi Subuh di halaman luar masjid. Kesan pertama sholat Subuh di Masjidil Haram, alamak merdu sekali suara imam Masjidil Haram, EYD gak tau siapa nama Imam tersebut soalnya tanya ke Ustadz pemandu, kata beliau itu Imam baru.

Hari keenam itu hari Minggu tidak ada kegiatan khusus, melainkan acara bebas memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Setiap sholat 5 waktu EYD hanya perbanyak membaca Al-Quran, niatan itikaf malam hari nampaknya susah terlaksana dikarenakan sejak hari kedua di kota Madina EYD terserang Flu yang gak kunjung berkurang. Minggu sorenya ba’da Asar EYD dan rekan-rekan berempat minta tolong ke Ustadz pemandu untuk diantar ke tempat oleh-oleh, maklum mas bro walau niatnya ibadah, tapi karena kita orang timur kurang afdol rasanya kalau pulang gak bawa sesuatu. Alhamdulillah dengan referensi tempat yang ditunjukkan Ustadz, bisa beli oleh-oleh banyakan disini, harganya memang murah.

Hari ketujuh tepatnya Senin, kita mengadakan City Tour kota Mekkah menuju beberapa tempat tapak tilas Rasul dahulu. Diantara kita mengunjungi Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah tempat Nabi Adam dipertemukan kembali dengan  Siti Hawa, lalu ke Muzdalifah, Arafah dan Mina yang merupakan tempat-tempat pelaksanaan ibadah Haji. Dari perjalanan city tour ini EYD dapat mengambil pelajaran, kegiatan ibadah umroh saja rasa lelah dan capeknya seperti ini, gimana lagi dengan ibadah haji ya. Pantas saja orang-orang dulu (pejuang tanah air) saat pulang haji bisa mendobrak dan membakar semangat juang untuk melawan penjajahan Belanda, lah wong cetakannya begini (rentetan ibadah haji).

Terakhir kita mengunjungi Masjid Ji’ronah untuk mengambil Miqot untuk melaksanakan Umroh kedua. Ohya Umroh kedua ini pahalanya bisa disampaikan untuk saudara yang sudah almarhum/almarhumah ternyata. Sedangkan jika untuk saudara seperti misal orang tua yang masih sehat mampu bergerak, berjalan untuk melaksanakan ibadah Umroh itu tidak bisa.

Kalau Umroh pertama dilaksanakan malam hari maka umroh kedua ini dilaksanakan siang hari. Alhamdulillah cuacanya tidak terlalu panas karena berawan tebal, jujur umroh kedua ini EYD bisa jalani dengan lebih fit tidak ada indikasi pegal-pegal seperti pada umroh pertama kemarin.

Hari kedelapan, sudah tidak ada agenda acara khusus karena sudah hari checkout hotel. Setelah makan siang di restoran Tasneem, semua jamaah mulai checkout dari hotel menuju kota Jeddah. Di kota Jeddah ada city tour, sebagian jamaah masih ada yang hunting oleh-oleh di kota Balad. Setelah itu mengunjungi Masjid terapung di Laut Merah. Setelah Maghrib barulah semua rombongan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Tak terasa 9 hari penuh ibadah sudah dilewati meninggalkan kesan-kesan yang mendalam lewat perjalanan bathin ini. Sekarang saja saat tulisan ini ditulis dan sudah berada di tanah air ada kerinduan lagi untuk kembali. Tapi nantilah, Insyaallah suatu waktu nanti EYD bisa kembali dalam memenuhi panggilan Ibadah Haji, Amiin.

Sekian mas bro ulasan perjalanan ini, semoga ada manfaatnya bagi yang sedang atau mau berangkat ke Tanah Suci, salam Blogger.

This entry was posted in Artikel Religi, Mengaji and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Catatan ulasan perjalanan ibadah Umroh 2014

  1. Teguh says:

    Oo.. jd pas ane sms tgl 14 kemarin lagi prepare toh. :D

    Masyaallah Mas Endrik menguatkan niat ane untuk pergi ke tanah suci.

  2. bergetar hati setiap kali kubaca ulasan haji dan umroh . . .

    semoga bisa cepat nyusul

    keep brotherhood,

    salam,

  3. dadang says:

    ikut senang mas moga bisa nyusul

  4. Sungguh terharu gan, apalagi jika tahu sejarahnya, Subhanallah, ane share tausiah dari sejarah yang pernah ada,
    http://www.salingsapa.com/video/read/kajian/7796/makna-perjalanan-haji-dan-umroh.mp4

  5. umroh says:

    bagus blognya, salam kenal :D

  6. Inspiratif banget isinya, semoga dapat segera pergi ke Tanah Suci :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *