Kesan EYD berjumpa dengan Yamaha R25 sepulang kerja

yamaha r25

Salam sejutaumat, mas bro sekalian akhirnya di hari dimana Yamaha R25 diperkenalkan ke media dan blogger, EYD juga akhirnya bisa mendapatkan moment berpapasan dengan rider tester yang sedang membawa R25 berboncengan. Lokasi EYD bertemu adalah di lampu mera Hek Kramat Jati sebelum Pasar Induk. Dasar karena habis pulang kerja kecapean, saat berhenti di lampu merah gak mudeng kalau motor di depan EYD adalah sosok R25 yang selama ini menjadi bintang artis spyshot di berbagai blog.

Begitu lampu hijau menyala, ups..pandangan EYD langsung terfokus ke tail lamp motor gede di depan. Yup secara pasti  EYD meyakinkan kalau motor di depan adalah R25 yang sedang ditest. Kali ini si rider berboncengan mungkin baru menjemput istri/pacarnya pulang kerja, terlihat tidak ada wearpack khusus yang dikenakan si tester, pure seperti pakaian biasa orang pulang kerja.

Tidak bisa berbuat banyak hal-hal yang mustahal di moment tadi, gak mungkin foto sambil riding karena gak safe (nasib pake motor berkopling), ya udah yang bisa EYD manfaatkan cuma mencoba mendekat persis di belakang si motor mencoba mendengarkan deru suara 2 silinder motor Yamaha terbaru yang bener-bener adalah mesin baru. Kesannya memang suaranya cenderung lebih besar/kasar ketimbang suara knalpot standar Ninja 250R FI mas bro, padahal si tester membawa motornya gak lebih kencang dari 50kpj (on speedo MX Strada) tapi suaranya lumayan kedengaran kasar bin garang.  EYD bisa membayangkan kalau RPM dimainkan bisa jadi orang pikir ini motor pakai knalpot racing.

yamaha r25

Sambil mengikuti dan mendengarkan suara stereonya, EYD juga mencoba mengukur-ukur seberapa besar body Yamaha R25 ini dibanding Ninja. Sekilas kelihatan lebih besar, namun kurang lebih tetap samalah ukurannya, maklum malam hari kurang bisa melihat motor secara gamblang.

Sambil jalan mengikuti hingga finish di lampu merah Cijantung, EYD berpikir “akhirnya Yamaha punya motor berfairing 250cc juga, 2 silinder lagi, forged piston, layanan aftersalesnya pasti lebih terjamin dan sparepart lebih murah dari kompetitor”. Kalau ditanya EYD selera apa gak? Jawabnya untuk saat ini, EYD lebih prefer menunggu versi nakednya aja deh biar pantes dipasangi top box dan sidebox. Maklum hobinya jalan  terus kemana-mana, lebih enak motor naked buat dipasang utility perlengkapan touring.

Last, selamat buat YIMM yang telah merilis Yamaha R25 ini, tapi kalau mau usul, untuk harga ya mbok diturunin lagi toh, pasanglah di angka psikologis 49jt, biar di benak konsumen tanah air kesan overprice  langsung hilang mengingat status motor ini yang rakitan lokal. Gak usah khawatir prestige R25 tergadaikan gara-gara harganya jauh lebih murah dari kompetitor, konsumen gak pikirkan itu menurut EYD, konsumen lebih memikirkan desain dan performa sudah bagus. Jangan hanya gara-gara penempatan harga yang terkesan overprice bagi konsumen, 3-4 bulan pasca launching, penjualannya tidak lebih laris dari Ninja 250R FI.

yamaha r25

This entry was posted in Yamaha and tagged , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Kesan EYD berjumpa dengan Yamaha R25 sepulang kerja

  1. d-santo says:

    mx nya ganti R25 om

  2. Heru Kresnanto says:

    cuma bisa mengkhayal om…gak ke beli….ckckckck

    • LeagueofLegend says:

      sama kaya atas ente gan, makanya sampe detik ini dia gak buat artikel R25. ..soalnya kwatir jika ditanya sama para fansnya kenapa gak ikut inden motor keren nan kencang?
      gaswat kan. ..bisa gondok kaya ngAHaeM ngobralin cebongnya, :v

  3. orong-orong says:

    joss bingit pokoknya
    http://orongorong.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *