Pengalaman bathin di Ramadhan 1435H, bulan ujian fase metamorfosis ketaqwaan

Buka Bersama Ramadhan 1435H

Salam sejutaumat, mas bro sekalian seperti biasa blog ini kalau empunya lagi full di dunia nyata status blog jadi seperti puasa saja, jadilah blog Senin Kamis :D Harap dimaklumi saja mas bro ini karena keterbatasan EYD dalam me-maintain waktu di kala senggang.

Ok kita teruskan dengan sedikit share artikel religi di postingan kali ini. Masih seputar bulan puasa yang sebentar lagi akan meninggalkan kita, EYD mencoba sharing pengalaman bathin selama menjalankan ibadah puasa tahun ini. Artikel ini semata-mata untuk menyebarkan syiar dan dakwah dari apa yang sudah dialami oleh pribadi EYD, semoga bisa menggugah para mas bro merenungi makna ibadah di bulan Ramadhan.

Buka Bersama Ramadhan 1435H

Jika ditanya bagaimana ibadah bulan puasa tahun ini secara pribadi EYD merasakan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun lalu (memang sudah seharusnya). Baik dari segi kesehatan fisik dalam menjalani puasa maupun kondisi kesiapan bathin dalam menjalani berbagai ibadah sepanjang Ramadhan. Secara gampang tanpa berpikir berat EYD coba merenungi ada apa dibalik semua kemudahan menjalankan puasa kali ini, tak lain tak bukan ini adalah nikmat dari Allah SWT. Nikmat yang berbentuk kesehatan dan petunjuk hidayah bisa dirasakan oleh bathin diri ini yang menjalani.

EYD coba mereview sedikit, untuk ibadah sholat tarawih misalnya overall alhamdulillah EYD bisa jalani tanpa putus satu malampun dari awal Ramadhan. Jika bukan karena nikmat iman yang diberikan Allah tak mungkin catatan ini bisa ditorehkan. Dasar nasib seorang biker yang aktivitas sehari-harinya masih riding ngantor, ibadah sholat tarawih lebih banyak dilaksanakan di perjalanan pulang menuju rumah. Jadi gak heran juga kalau hingga Ramadhan ke-29 ini sudah tercatat 21 masjid yang EYD singgahi. Senang juga bisa merasakan berbagai keberagaman dari satu masjid ke masjid yang lain.

Aktivitas berbuka pun di tahun ini EYD lebih banyak berbuka di jalan alias mampir dulu ke masjid untuk mengejar sholat Maghrib berjamaah. Nikmatnya berbuka dalam kebersamaan bersama orang-orang di sekitar, semoga pahala mengalir bagi yang ikhlas memberikan ta’jil bagi yang berpuasa.

Bagaimana dengan ibadah yang pokok sholat fardhu berjamaah? Dari awal sebelum masuk puasa EYD sudah menargetkan bisa istiqomah 40 hari menjalankan sholat 5 waktu berjamaah tanpa putus. Walau target itu tak terpenuhi karena ada 3 waktu sholat yang gagal berjamaah disebabkan ketiduran dan kesiangan sahurnya dan ada satu yang dikarenakan hujan deras namun overall bathin ini merasa lega bisa menjalankan ini semua. Insyaallah 3 waktu sholat tersebut bisa mendapat maklum dari Allah SWT dikarenakan ketiduran dimana akal tidak dalam kondisi sadar. Seandainya akal ini sedang sadar sesadar-sadarnya pastilah tak akan tega menyia-nyiakan panggilan sholat fardhu berjamaah.

Fenomena malas menjelang akhir Ramadhan alhamdulillah sepertinya bathin ini sudah bisa lepas dari budaya kebanyakan umat ini. Kuncinya disini menurut EYD adalah faktor fit kondisi tubuh turut berperan besar. Cobalah hindari meminum es saat berbuka dan kebiasaan langsung memakan makanan yang berat saat berbuka. Alhamdulillah sejak puasa pertama EYD coba disiplikan diri untuk tidak meminum es dan selalu makan makanan berat sehabis sholat tarawih terbukti kesehatan diri selalu terjaga optimal.

Satu lagi catatan di Ramadhan di tahun ini, alhamdulillah akhirnya bisa merasakan sensasi ibadah itikaf khususnya di 10 malam-malam terakhir. Yup seumur-umur di Ramadhan yang telah lalu EYD belum pernah menjalani itikaf secara full. Entah kenapa sekarang jadi terasa mudah.

Dari semua rentetan ibadah yang sudah dilakukan, nampaknya EYD mengambil kesimpulan yang mungkin berbeda dengan pendapat yang lain. Jika ada yang berpendapat Ramadhan adalah bulan latihan untuk diaplikasikan di 11 bulan berikutnya. Bagi EYD dari yang sudah dialami coba dibalik kesimpulannya, jika bisa istiqomah menjalankan ibadah-ibadah wajib dan sunah di luar Ramadhan, maka akan terasa mudah dan lezatnya melaksanakan rentetan ibadah di bulan puasa. Ramadhan sesungguhnya bulan ujian untuk kenaikan tingkat ketaqwaan kita masing-masing, bagaimana mungkin siap memasuki ujian jika belum pernah latihan dan belajar di masa luar Ramadhan?

Last EYD ingin berpesan ke mas bro sekalian, jika Ramadhan ini belum maksimal dan masih banyak malas dan bolongnya ibadah masing-masing, cobalah mulai sekarang dilatih, mau belajar dan istiqomah. Insyaallah jika umur masih disampaikan ke Ramadhan tahun depan, mas bro akan dengan mudah melaksanakan ibadah secara penuh di bulan puasa. “awalnya sulit, lalu dipaksa, dicoba terus, akhirnya menjadi kebiasaan, seiring waktu nikmat lezatnya beribadah baru terasa”.

Buka Bersama Ramadhan 1435H Buka Bersama Ramadhan 1435H

Buka Bersama Ramadhan 1435H

This entry was posted in Artikel Religi, Inspirasi, Mengaji and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *