Iklan rokok ini makin bikin ngeri buat generasi muda

Iklan rokok menyesatkan

Kalau biasa banyaknya papan reklame rokok mengangkat tema-tema yang gentle, kadang dagelan kali ini sungguh mulai mengerikan. Bukan gambar ngeri efek rokok yang terakhir sering kita lihat seperti tengkorak atau organ tubuk yang rusak mengerikan, tapi justru muatan utama konten iklan yang menjadi mengerikan, kenapa?

Papan rokok ini bertuliskan: “Mula-mula Malu-malu, Lama-lama Mau” dengan gambar sepasang muda-mudi dipinggir pantai yang boleh jadi tema gambar dalam iklan adalah sedang berpacaran. Apa pesan gambar dan tulisan dipajang di ranah publik jalanan umum seperti itu? Kebayang jika generasi muda kita anak-anak remaja membaca papan reklame menyesatkan seperti ini setelah membaca sekali dua kali lewat bahkan berkali-kali bukan tak mungkin menjadi sebuah pola pikir yang masuk ke benak remaja. Seolah-olah memperbolehkan cara-cara perzinahan di kalangan anak muda, kesannya itu. Seolah apa yang tertulis di papan reklame adalah benar, mula-mula malu, lama-lama malu, naudzubillahi minzalik.

Harapan saya, pihak-pihak terkait yang punya akses wewenang dan pebisnis papan reklame ini mohon dengan sangat papan reklame tak layak seperti ini segera diturunkan. Informasi dari FB yang saya dapatkan sudah banyak tersebar di daerah-daerah, salah satu yang sempat saya dapati langsung ada di pertigaan jalan Kelapa Dua Wetan Cibubur Jakarta Timur. Rokok dari wujudnya saja sudah saya jauhi karena kerusakannya, ini ditambah iklan rokok yang semakin merusak mindset generasi muda, hanya bisa mengelus dada.

This entry was posted in Serba-serbi and tagged , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Iklan rokok ini makin bikin ngeri buat generasi muda

  1. ockta says:

    kayaknya bukan deh gan, maksud utamanya adalah menyindir kalangan muda untuk tidak coba2, karena awalnya adalah mencoba tapi dengan malu malu, lalu kemudian malah keterusan sehingga sulit untuk dibatasi. analoginya adalah menyamakan rokok dengan pacaran, kalau sudah kelewatan, akan sulit untuk dibatasi. mohon jangan melihat dengan satu perspektif saja gan, informasi harus kita sikapi dengan bijak. agar jangan terjadi salah persepsi gan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *