Meraih keberkahan hari dengan Subuh berjamaah dan menyempurnakan hari dengan Isya berjamaah

bersama petugas Masjid Quba

Salam sejutaumat bro sekalian, mengawali Senin pagi coba menulis artikel mengaji, ini lebih ke sharing pengalaman hidup yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca. Keberkahan adalah sebuah perkara yang selama ini kita cari dalam hidup, artinya sesuatu yang mendapat rahmat dan ridho dari Allah SWT itu lebih utama ketimbang sekedar mendapatkan sesuatu yang banyak secara kuantitas. Akrab di telinga kita sering mendengar nasehat buat apa banyak tapi kurang berkah, lebih baik sedikit tapi barokah. Nah di artikel ini EYD coba share pengalaman tentang keberkahan ini.

Pernah ditengah belajar keistiqomahan ada suatu hari EYD kesiangan bangun Subuhnya menjelang pukul 6. Langsung lompat dari kasur melihat jam, tak ayal yang diingat pertama waktu itu adalah belum sholat Subuh. Hm..ambil wudhu dan langsung gelar sajadah dengan niat sholat berganti menjadi qodhoan karena melihat hari sudah terang benderang.

Selesai sholat wajah tak seperti biasanya karena menjadi masam, malu dengan yang di-Atas karena lalai dalam sholat Subuh hari ini. Dan benar saja jalannya hari itu seperti berbeda dari biasanya, selalu ada saja kejadian yang menimpa jika dibaca oleh mata bathin yang jernih ini adalah seperti hukuman dari Allah. Apapun yang dikerjakan rasanya menjadi hampa karena diri merasa jauh dari Allah. Seolah EYD bisa membaca bahwa keberkahan pada hari ini telah dicabut. Begitu fatalnya melalaikan Subuh bagi diri ini hingga pasrah jika hari ini Allah cabut keberkahan semua urusan.

Berbeda kesan jika hari itu diawali dengan Subuh berjamaah, diri merasakan sebuah kesegaran, wajah cerah berseri siap dan selalu optimis menghadapi tantangan hari itu karena seolah yakin Allah sedang memberikan rahmat dan memberkahi segala urusan. Dengan pengalaman bathin inilah diri ini selalu bersemangat untuk beristiqomah, karena seperti sudah bisa melihat kunci keberkahan hidup itu berawal darimana.

Sebagai makhluk yang selalu mendapatkan rezeki tak terhitung, sudah sewajarnya kita memang selalu bersyukur, tidak hanya melalui ucapan alhamdulillah namun dalam prilaku keseharian mencerminkan kita bersyukur atas nikmat, bukan malah kufur nikmat. Untuk menyempurnakan keberkahan hari, diri ini coba biasakan tutup dengan sholat Isya berjamaah.

Ada pengalaman bathin yang berbeda jika hari itu ditutup dengan sholat Isya secara berjamaah dengan sholat sendirian. Setiap sehabis salam dari sholat Isya berjamaah muncul sebuah perasaan ketenangan hidup, seolah-olah beban dan problematika hari ini telah diangkat oleh Allah. Sangking tenangnya diri ini, merasa seperti diri sudah siap dipanggil, hm..padahal aslinya masih banyak dosa dan tanggungan di muka bumi ini. Tapi itulah yang EYD rasakan, keberkahan hidup yang didapat disempurnakan dengan ketenangan bathin yang diraih pada malam harinya.

Last artikel singkat ini adalah ajakan kepada bro sis untuk yuk belajar istiqomah mendirikan sholat berjamaah, jika belum bisa minimal sholat di awal waktu. Gimana bro sis lainnya, punya pengalaman bathin yang sama atau berbeda jika lalai dalam sholat berjamaah pada hari itu, monggo sharingnya.

This entry was posted in Artikel Religi and tagged , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Meraih keberkahan hari dengan Subuh berjamaah dan menyempurnakan hari dengan Isya berjamaah

  1. siaanangke says:

    Subhanallah….. !!! smoga kita istiqomah untuk sholat berjamaah. Aamiin YRA

  2. soponyono says:

    alhamdulillah masih di beri kesehatan oleh yang kuasa, masih bisa sholat berjamaah

  3. warkop says:

    insya alloh, semoga bisa istiqomah mas broh

  4. gilaroda2 says:

    Insya Alloh, ane jg masih berusaha, klo bisa kumplit subuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya, berjamaah, aamiin…

    • EYD says:

      Sip..awalnya memang harus dipaksa, lama-lama jadi terbiasa, baru setelah itu akan jadi kebutuhan dengan sendirinya, ada kerinduan dengan masjid..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *