Di pasar lokal, Yamaha R25 hanya terserap ratusan unit, kira-kira kenapa ya?

Test Ride YZF R25

Salam sejutaumat, sejak kemarin ramai di ranah blogsphere mengulas data penjualan AISI khususnya di penjualan motor sport Yamaha yang mana menunjukkan performa penjualan Yamaha R25 dua bulan terakhir cukup mencengangkan di pasar lokal. Melihat penjualan Februari R25 hanya terjual 515 unit sementara dibulan yang sama Kawasaki Ninja 250R mampu mengukuhkan angka penjualan di angka 1900an unit.

Informasi pun terus berkembang seperti bola liar sejak muncul promo diskon 5-7 juta di beberapa dealer di Jawa Timur. Apa karena R25 gak laku, overstock atau gimana sampai detik ini belum ada pihak yang bisa mengklarifikasi secara jelas. Memang kondisi penjualan sepeda motor saat ini sedang lesu, bisa jadi dikarenakan kondisi ekonomi yang lagi tidak stabil.

Daripada menebak-nebak gak jelas apa penyebabnya, mending kita coba menilik kembali ke sisi motor R25nya sendiri, apa sih kekurangannya sehingga kurang maknyus penjualannya. Jujur dari awal saat peluncurannya, EYD sedikit kaget melihat banderol R25 yang beda tipis dengan pesaingnya, Ninja 250 FI. Aneh memang produksi lokal tapi kok seharga hampir sama dengan motor CBU.

Yamaha YZF R25

Memang R25 ini memiliki beberapa kelebihan yang ditawarkan, seperti power lebih besar, desain yang lebih fresh, handling mantap. Ditambah dukungan aftersales jaringan bengkel yang lebih luas dan harga spare part yang lebih murah seharusnya R25 bisa menang telak. Namun kelebihan itu menjadi terasa mahal saat positioning harga menempel sama dengan produk CBU. Idealnya R25 ini dengan status lokalnya harganya bisa lebih murah selisih 5 jutaan dengan Ninja yang berstatus CBU. 48 juta EYD rasa harga yang logis sekaligus menggiurkan bagi potential buyer yang ingin naik kelas ke sport 250cc.

Kalau sama harganya dengan Ninja yang sudah duluan mengaspal di Indonesia sejak 2008, dan imagenya sudah begitu kuat di masyarakat maka dengan duit yang sama potential buyer pasti lebih memilih Ninja.

So lewat tulisan ini, gimana untuk membangkitkan kembali taji penjualan R25 di pasar lokal. Setuju gak bro sis jika YIMM mengkoreksi pricing kembali harga sport dua silindernya ke harga yang masuk ke mindset konsumen, yang memiliki ‘value for money’ yang tinggi. Kalau perlu YIMM berani ambil margin tipis untuk penjualan di pasar lokal, toh jumlah export R25 juga cukup besar bisakan mensubsidi margin penjualan dalam negeri. Yang terpenting Yamaha kudu mengejar volume penjualan si paralel engine untuk bisa di atas kompetitor demi mengukuhkan sebagai raja motor sport sesungguhnya, jangan hanya raja sport 150cc doang.

Memang langkah ini bisa mencederai konsumen pembeli awal yang kadung sudah memboyong R25 dengan harga mahal. Tapi asal komunikasi corporate bisa tepat menggandeng komunitas dan konsumen existing dalam fase ini, EYD rasa tidak akan terlalu berefek. Ajak komunitas R25 yang sudah exist untuk “track day bareng” EYD rasa itu salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membesarkan hati mereka.

Last masih menarik bagaimana melihat sepak terjang penjualan R25 di pasar dalam negeri beberapa bulan kedepan ditengah kondisi ekonomi yang seperti sekarang ini, moga aja R25 bisa turun harga 5 jutaan, biar calon nakednya bisa dibanderol lebih murah lagi :D

This entry was posted in Yamaha. Bookmark the permalink.

0 Responses to Di pasar lokal, Yamaha R25 hanya terserap ratusan unit, kira-kira kenapa ya?

  1. hadi says:

    setuju….cma maslah harga aj tuh penyakit utama R25 krn lokal….klo soal desain mah relatif dibanding N25….YIMM hrs koreksi Pricing nya jdi 48-50 jta sja….sekali tepok 2 lalat kena N25 dn calon musuh baru CBR250RR….udh psti bakl mati kutu

  2. trima nasib aj sampai 2016….. re-design (jgn cuma ganti stripping), harga tetap gak mslah asal nambah value, ingat taun itu mngkn AHM & KMI punya senjata baru juga ……. mngkin moment loncing MT25 bs jadi pelipur lara, asal jgn ‘gegabah’ juga …… promo potong harga malah jadi justifikasi overstock atau krg laku, hati-hati…

    https://sketch51.wordpress.com/2015/03/13/kawasaki-z250sl-dastardo/

  3. Kobayogas says:

    jangan-jangan, jual mahal di pasar lokal buat nutupin margin yang kecil di ekspor? who knows? :D

    Koreksi harga sih blunder lagi, jarang banget produk yang melakukan koreksi harga (jadi turun) karena akan merusak imej si produk dan produsennya sekaligus… memang salah di awal kata ay mah…

  4. Kobayogas says:

    tes… haiyahh yang tadi masuk spam kah?

  5. numpang_lewat says:

    klo nurunkan pricing ntar gmn kata FBH….????
    hehehe

  6. max says:

    gimana mau laku,klo speknya beda dgn yg di exsport…harga relatif agak mahal utk sebuah produk lokal.
    dan 1 lagi utk Nmax klo YMC gak ngeluarin Harga duluan,pasti harga akan lebih dari 27 jtan tuhh…ini udh diantisipasi oleh YMC Pusatmya.

  7. Arlong says:

    alasan kurang laku IMHO :
    – Monoshock tanpa link
    – sasis pipa ledeng, sementara R-Serties identik dg Deltabox
    – PHP Klaim Horse Power yg katanya sanggup 36 PS dan diperparah bukti otentik R25-nya bro Leopold kala itu.
    – Modelnya sport-touring kurang Racy (additional)
    – engine gak pake teknologi crossplane philosophy 270 derajat (debatable), sementara Crossplane bisa dibilang adalah Trade Mark-nya Yamaha.

  8. rio says:

    dulu waktu musim spyshoot,temen sy yg pny dealer bilang harga R25 gak lebih dr 42jtaan karna yimm ingin mempertajam brandnya di segmen sport melalui R series,tp harganya ternyata?mahal om..

  9. Hilman says:

    Kalau memilih antra R25 dgn ninja 250 fi yg CBU dgn hrga yg bda tipis, ya pasti masyarkt pilih ninin fi. Masyarakat udh pinter bung bsa memilih yg bgus dan operprice. Ninin fi hrga sgtu udh mantep bgt, udh sliper cluth, gmpng diperbsar lg powrnya dan jga kualitas CBU udh trbukti. Sedangkn r25 dirakit dilokal yg msh bru miskin inovasi dan msh ada masalah malhn operprice. Keliatan bgt pengen ambil gede untngnya. .wkwkwk. .maaf sya bkn FBK ataupun FBY

  10. st3v4nt says:

    Tampangnya kalah ganteng…..lagian mirip2 R15 jadi sering salah tebak ;-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *