Bedah Teknologi Engine DOHC All New CB150R & Sonic 150R, lumayan menambah ilmu permesinan nih

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Bedah Teknologi Engine DOHC All New CB150R

Salam sejutaumat, mas bro sekalian hari Sabtu kemarin EYD bersama rekan-rekan Blogger lain ikut dalam workshop “Bedah Teknologi All New CB150R dan Sonic 150R”, ini adalah kelanjutan dari event HC3 AHM sebelumnya bersama Blogger yang sudah melakukan test ride langsung saat peluncuran All New CB150R & Sonic 150R beberapa waktu lalu. Acara yang berbentuk workshop ini jujur lebih berisi akan muatan ilmu yang jarang-jarang bisa didapat secara komprehensif ditempat lain, karena itulah EYD bela-belain untuk hadir.

Boleh dibilang intisari materi workshop yang digelar HC3 AHM ini lebih menekankan sisi “DOHC” dari mesin terbaru milik New CB150R dan Sonic 150R. Yap memang diakui sisi mesin kedua motor ini bener-bener baru, beda bingit dengan old CB150R. Via artikel ini EYD akan coba kupas tuntas paparan yang disampaikan oleh Pak Winaryanto dari divisi Training AHM, semoga bisa menambah sedikit khasanah keilmuan kita tentang otomotif :)

Generasi terbaru mesin DOHC yang diklaim AHM ini memiliki konfigurasi hampir square ini memiliki karakter output yang fleksibel. Jika di mesin old CB150R didesain untuk mengejar power atas, maka di gen new CB150R konfigurasi mesin dibuat fleksibel agar tenaga di putaran bawah dan menengah langsung berisi dengan tetap mempertahankan performa maksimal di putaran atas dengan bantuan ECU yang pintar. Jadi menurut Pak Winaryanto capaian RPM bisa tinggi tidak melulu hanya dipengaruhi oleh konfigurasi overbore, tapi bisa digali dari faktor lain seperti ECU (untuk mesin yang sudah injeksi).

Perbedaan karakter mesin generasi ini memberikan karakteristik yang lebih baik dengan “kemudahan” pengendaraan pada kecepatan rendah dan menengah tetapi tetap menjaga tenaga di putaran atas. Efek langsung yang bisa dirasakan oleh biker adalah pengendaraan yang lebih LINCAH manuver di perkotaan namun tetap bertenaga dipakai riding jarak jauh luar kota. Kenapa AHM mau beralih ke konfigurasi mesin hampir square tadi? Yap inilah jawabannya bahwa AHM menyadari konsumen di segmen ini tidak melulu ingin mengejar power, melainkan fleksibilitas dan kemudahan berkendara.

Beberapa hal yang dilakukan AHM untuk meningkatkan tenaga mesin guna mengejar torsi di putaran bawah dan menengah bisa mas bro cek pada gambar di bawah.

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

sudut klep buang dibuat lebih sempit

Salah satu karakter kelebihan klep DOHC adalah sudut klep yang bisa dibikin lebih sempit sehingga campuran bahan bakar lebih efisien, sedangkan SOHC lebih sulit, otomatis lebih mengurangi kemungkinan klep beradu saat terjadi overlap.

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

diameter valve lebih kecil, maka injector dibuat 8 lubang

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

diameter throtle body 30mm untuk memperbaiki efisiensi aliran udara di saluran IN

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

perbandingan kompresi naik menjadi 11,3 : 1, permukaan piston mengaplikasikan model Pen Roof Chamber

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Piston lebih ringan 18 gr, pin piston lebih ringan 10 gr, Con. Rod lebih ringan 4 gr

Sistem pendinginan pada New CB150R ini berbeda dengan old CB, jika di old CB masih menggunakan selang yang keluar (Hose) di gen terbaru sudah menggunakan saluran yang terintegrasi di dalam mesin.

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Sistem Pendinginan pada Old CB150R

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Sistem Pendinginan pada New CB150R

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Konfigurasi Mesin mendekati Square untuk meningkatkan torsi di putaran rendah dan menengah

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Bentuk Sistem Aliran Udara dan kemudahan saat penggantian saringan udara

Berikut adalah adanya O2 sensor di gen all new CB150R untuk menyempurnakan pembakaran. Nah di bagian inilah yang paling seru kemarin waktu sesi tanya jawab mas bro, para Blogger banyak yang ndlongop saat mendapat penjelasan fungsi lain dari O2 sensor di CB. Mau tau fungsinya apah?

Di kamus lama dan boleh dibilang sudah menjadi primbon para mekanik, kompresi tinggi seperti 11,3 : 1 itu sudah pasti kudu minum Pertamax Plus minimal untuk menghindari ngelitik atau knocking. Nah bagaimana kalau All New CB150R ini minum BBM Premium? Jawabannya ada pada O2 sensor ini mas bro. Simpelnya saat BBM Premium masuk ke ruang bakar, biasanya sebelum TMA atau busi meledakkan apinya, BBM premium sudah kebakar duluan. Hasilnya sudah bisa ditebak terjadi gejala menggelitik karena terjadi 2x pembakaran pada siklus kompresi. O2 akan mendeteksi gas buang minim oksigen sehingga mengirim sinyal balik ke ECU untuk mengatur kembali AFR Ideal 1:15 (tepatnya 14,7), dalam konteks akibat pembakaran premium tadi si ECM akan memerintahkan injector untuk menyemprot BBM lebih sedikit sehingga ketemu rasio AFR yang ideal. Puyeng, EYD sendiri butuh mikir keras buat memamahi ini mas bro, mungkin yang lebih pakar mesin bisa membantu menyederhanakan fenomena ini :)

Bedah Teknologi Engine All New CB150R

Struktur Exhaust All New CB150R

Last selain komponen-komponen tadi yang sudah disebutkan di atas, masih ada lagi beberapa komponen yang menerapkan teknologi minim gesekan dan juga komponen generator yang lebih efisien. Next EYD akan share artikel lanjutan bagaimana cara melakukan penggantian dan menghitung shim pada klep DOHC All New CB150R, lebih praktis ternyata tanpa perlu membuka camshaft.

This entry was posted in Honda and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Bedah Teknologi Engine DOHC All New CB150R & Sonic 150R, lumayan menambah ilmu permesinan nih

  1. pembaca says:

    pertamax kah

  2. yudibatang says:

    mantab penjelasane mbah. btw, saiki wis ono adsoptimale yo :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *