Strategi produsen mobil jelang tutup tahun, discount besar atau tahan stock?

Honda Prospect Motor

Saat tutup tahun, saat umumnya mood bekerja menurun, biasanya banyak merk mobil malah menggenjot penjualan. Faktor penyebab umumnya ada 2, yang pertama pabrikan kepepet untuk jual stok mobil dengan produksi (NIK) tahun ini. Kalau jual tahun berikutnya dengan tahun produksi sebelumnya mereka harus potong harga lebih banyak. Selain itu menjelang tutup tahun, para sales merk mobil dikejar target penjualan. Target kolektif, mulai dari sales, supervisor, naik terus kepala cabang sampai brand, promo di akhir tahun para pabrikan biasanya lebih menggiurkan. Apalagi tahun 2015 ini kan sedang ada perlambatan ekonomi, mereka harus jual lebih agresif.

Honda (Honda Prospect Motor)
Awal bulan Desember 2015 Honda mengeluarkan discount 5 juta (saja) untuk Honda Brio. Saat itu pun sudah di info kalau stock unit mereka tinggal sedikit dan si sales menyatakan kalau potongan harga tersebut berlaku sama untuk semua dealer, saya sampai di kasih lihat surat edaran internal mereka. Bersama-sama kompak punya discount maximal.

Honda-BR-V

Pada akhir tahun, stock Honda Brio habis, saya tidak perlu menyebutkan tipenya, tapi begitu sebut Honda Brio, jawabannya, stock Honda Brio untuk satu Jakarta sudah tidak ada, saya sudah mencoba ke Honda Mugen Puri dan Honda Kebon Jeruk. Kalau mau inden, semoga dapat pertengahan bulan Januari dengan nomor rangka 2016, registrasi STNK tentu di 2016 juga. Mbak sales menginfokan, kalau Januari akan ada kenaikan sekitar 4 juta untuk Brio, tanpa discount.

Harga Honda BR-V yang baru diluncurkan yaitu versi SUV, 7 seater bahkan tidak diberikan discount. Buka SPK Desember 2015, dapat unit sekitar Maret, inden 3 bulan. Buka SPK Januari 2016, dapat unit sekitar April 2016, itu perkiraan.

Memang Honda saat ini terkenal sebagai pabrikan pelit discount demi menjaga harga jual kembali.

Nissan (Nissan Motor Indonesia)
Yang saya tanyakan ke dealer adalah city car andalan Nissan dengan mesin baru, Nissan March 1.5 AT. Sekitar bulan Juni 2015 sempat beredar issue kalau produksi Nissan March dengan mesin Livina 1.5 ini akan dihentikan, penyebabnya karena kurang laku, konon harganya sudah mendekati harga hatchback bermesin 1.5 seperti Honda Jazz, Toyota Yaris atau Mazda 2, padahal bodynya masih body city car 1.2. 9 hari setelah keluar statement dari petinggi Nissan, keluar lagi statement kalau terjadi miss communication di internal Nissan, produksinya tidak di discontinue kok!

Nissan X-Trail

Nyatanya di akhir tahun 2015 ini, Nissan March 1.5 hilang dari dealer, tidak lagi bisa dibeli, sebagian sales menyatakan dari gossip saja, katanya discontinue atau dicap sebagai produk gagal. Sebagian sales pun baru dengar-dengar saja, sampai ada sales juga yang mengatakan barangnya masih ada di gudang alias bisa di inden. Yang jelas, barangnya tidak ada. March 1.5 dicari bukan karena keperluan tambahan tenaga, tapi banyak fitur tambahan yang hanya ada diĀ  Nissan March 1.5 seperti tombol start (Push Start Button), yang digandeng dengan keyless, parking sensor, spion yang bisa menutup dan lain-lain. Untuk fitur keamanan, ABS, EBD pun hanya ada di versi March 1.5.

Sebelumnya saya di infokan kalau discount March 1.5 sebesar 15 juta, sementara untuk 1.2 ada discount sampai 20 juta. Selain March 1.5, Nissan Evalia juga konon produksinya di stop. Yang menurut saya aneh juga, karena harusnya paling tidak kendaraan ini bisa cocok sebagai kendaraan niaga, harganya agak terjangkau sementara bodynya besar.

Mazda (Mazda Motor Indonesia)
Unit Mazda di Indonesia banyak yang berasal dari Thailand, sehingga mereka harus betul-betul pas menghitung supply and demand mobil. Toh di akhir tahun brand ini terpaksa kasih discount yang betul-betul menggiurkan sampai di atas 25 juta, unitnya pun ready! Ready dengan catatan, tipe dan warnanya terbatas.

Mazda 2

Karena Mazda di produksi CBU Thailand, dibutuhkan waktu tambahan untuk pembuatan STNK, kalau produksi dalam negeri bisa 2 minggu, maka untuk Mazda kisarannya bisa antara 1-2 bulan. Kalau di akhir tahun ini buat SPK, estimasi baru bisa dikendarai jadi Februari 2016 lah. Mungkin jatuh mengaspalnya akan sama kalau beli Honda Brio yang harus inden.

Mazda

Di akhir tahun ini Mazda punya jagoan baru yaitu Mazda 2 Skyactiv yang meraih Car of the Year 2015 versi AutoBild dari Otomotif Group, mobil ini juga memenangkan liga irit 2015, sampai bisa mengalahkan Mitsubishi Mirage 1.2, 3 silinder, City Car dengan kapasitas mesin di bawahnya. Dalam pengetestan yang sama juga si Mazda 2 Skyactiv mengalahkan Camry Hybrid. Kalau mobil award di kasih discount besar, ya menggiurkan sekali lah. Perlu di remind juga kalau dalam liga irit, pengetestan dilakukan pada mobil-mobil baru yang keluar pada tahun tersebut, jadi hanya ada 10 mobil yang di test dengan cara yang sama.

Penutup
Di akhir tahun pilihan untuk membeli di penghujung tahun atau tunggu tahun sebelumnya masing-masing punya konsekuensi. Baik antara pembeli dan penjual sudah sama-sama tahu akan kebutuhan masing-masing, si penjual desperate mau jual dalam rangka kejar target, tapi bagi pembeli tentu juga ada kerugian harga jual kembali karena saat menjual tentu yang dijadikan tolak ukur ada tahun produksi.

Kalau discount hanya di bawah 20 juta, katakanlah seperti Nissan March 1.5, saya usulkan lebih baik tunggu saja pembelian hingga tahun berikutnya. Nilai susut sebuah mobil bisa mencapai 15 jutaan pertahun, kalau discount hanya 20 juta ya tidak menutup, lebih baik tunggu tahun berikutnya saja.

Kalau seperti Mazda yang diatas 20 juta, harga discount menjadi faktor tambahan untuk memutuskan beli dan membuat SPK. (Saranto)

This entry was posted in atpm and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *