Bakteri-Bakteri Penyebab Penyakit dan Umum Ditemukan di Rumah

Bakteri-Bakteri Penyebab Penyakit

Salam Sejutaumat, lanjut lagi seputar artikel kesehatan. Sebagaimana kita ketahui ada dua jenis bakteri: patogen (merugikan) dan apatogen (tidak merugikan). Tidak tertutup kemungkinan bakteri patogen beredar di rumah dan memicu penyakit jika terkonsumsi anggota keluarga atau terjadi kontak dengan penghuni rumah. Seberapa tangguh sistem kekebalan tubuh manusia, bakteri-bakteri patogen tetap berpotensi tinggi menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Berikut ini empat bakteri patogen paling umum dijumpai di rumah.

  1. E. coli dan Salmonela
    Anda sadari atau tidak, dua bakteri ini menyebar di berbagai tempat di rumah, mulai dari wastafel dapur, WC, hingga keyboard komputer dan remote TV. Kedua bakteri ini bisa berasal dari makanan mentah (baik itu daging maupun sayuran), air keran, dan kotoran hewan. Daging ayam mentah merupakan salah satu biang utama penyebaran bakteri E. coli dan Salmonela. Gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan antara lain infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan muntah dan mencret.
  2. Staphylococcus
    Bakteri ini berasal dari permukaan kulit kita atau hewan peliharaan. Jika kulit terluka dan tidak ditangani secara tepat, Staphylococcus bisa menyebabkan infeksi. Selain itu, terdapat jenis bakteri ini yang kini sudah kebal terhadap antibiotik bernama MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) yang bisa menyebabkan iritasi kulit dengan gejala merah dan bengkak. Penyebaran MRSA juga bisa terjadi melalui luka di kulit yang tidak ditangani secara benar.
  3. Streptococcus
    Inilah bakteri penyebab penyakit radang tenggorokan. Streptococcus Grup A yang paling banyak ditemui di rumah hidup di kulit dan tenggorokan manusia dan menyebabkan infeksi hanya ketika sistem imunitas kita lemah. Gejala-gelaja infeksi Streptococcus meliputi sakit tenggorokan, sakit telinga, radang kulit, bahkan demam. Akan tetapi, jika gejalanya tidak kunjung reda setelah beberapa hari, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena Streptococcus juga bisa menyebabkan penyakit-penyakit yang lebih serius—seperti pneumonia dan meningitis.

Bagaimana mencegah infeksi bakteri?

  • Karena tangan merupakan media penyebar bakteri nomor satu, cuci tangan secara rutin sebelum dan sesudah makan atau memasak, setelah menyentuh daging ayam mentah, ketika sampai di rumah dari luar, dan setelah buang air. Jika seorang anggota keluarga sakit, mencuci tangan harus dipersering. Untuk mencegah penyebaran bakteri secara optimal, ikuti 7 langkah cuci tangan yang benar.
  • Bersihkan rumah secara rutin dengan produk antibakteri. Jika Anda tidak ingin menggunakan bahan kimia, coba bahan-bahan alami berikut: bubuk soda bikarbonat, air perasan jeruk lemon, dan cuka putih.
  • Jika Anda atau si kecil terluka, segera cuci luka dengan air bersih. Keringkan dengan handuk bersih, usapkan disinfektan, dan lindungi kulit yang terbuka dengan plester atau kain kasa.
  • Bersihkan taman dan kebun dari kotoran hewan dan tutup rapat tempat sampah agar tidak menarik perhatian hewan pengerat dan lalat.
  • Jaga kebersihan hewan peliharaan. Mandikan secara teratur dan awasi agar hewan tidak memakan makanan kotor dan tidak bermain di tempat kotor. Jangan lupa juga untuk memvaksinasi hewan peliharaan dan membawanya ke dokter hewan ketika menunjukkan gejala penyakit.
  • Masak makanan hingga matang secara menyeluruh. Bahan-bahan makanan yang dikonsumsi secara mentah sebaiknya dicuci menggunakan campuran air dan cuka putih.
  • Sebagian bakteri di rumah tidak berbahaya kecuali ketika sistem imunitas tubuh sedang menurun. Inilah pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolah raga secara teratur. Selain itu, hindari juga kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa menurunkan kekebalan tubuh seperti merokok, minum alkohol, dan tidur larut malam.

Tujuan artikel ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti Anda, tetapi untuk meningkatkan kesadaran. Rumah merupakan tempat di mana kita menghabiskan sebagian besar waktu, jadi sangat penting untuk memiliki rumah yang sehat.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, kok. Jika rumah dibersihkan secara rutin dan Anda telaten mengikuti saran-saran pencegahan penyakit (termasuk menerapkan 7 langkah cuci tangan dan makan makanan sehat), niscaya penyakit bisa dihindari. Jika salah seorang anggota keluarga sakit, konsultasikan dengan dokter untuk menghindari infeksi menyebar lebih lanjut.

This entry was posted in Kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *